PEMUDA GMIT GELAR KONSER CINTA MERAH PUTIH

Ketua Sinode GMIT Tegaskan Jangan Ada Ormas Pembela Kristus di NTT

KUPANG, www.sinodegmit.or.id, Menyikapi upaya kelompok-kelompok yang hendak merongrong pilar-pilar kebangsaan melalui isu-isu dan tindakan radikalisme yang mengancam terjadinya disintegrasi bangsa, Sabtu, 13/05-2017, pukul 19:00, Pengurus Pemuda GMIT klasis Kota Kupang menggelar Konser Cinta Merah-Putih di halaman kantor Gubernur NTT. Selain dihadiri Pengurus Pemuda lingkup klasis dan sinode, juga hadir Ketua sinode GMIT Pdt. Dr. Mery Kolimon.

Dalam sambutan dihadapan massa yang berjumlah kurang lebih 1000 orang, Ketua Sinode GMIT menyerukan kepada seluruh pemuda GMIT agar tidak boleh memakai standar ganda dalam menyikapi gerakan-gerakan radikal di Indonesia. Pdt. Mery Kolimon tegaskan tidak boleh ada gerakan-gerakan tandingan apapun namanya yang bertujuan membela Kristus karena Kristus tidak perlu di bela.

“Kami mau menyerukan kepada seluruh pemuda Gereja Masehi Injili di Timor, ingat, kita tidak boleh memakai standar ganda. Kalau di sana kami mengatakan kami menolak FPI (Front Pembela Islam), jangan ada forum pembela Kristus di Kota Kupang. Kristus tidak membutuhkan pembela. Dia Maha Kuasa, ia punya segalanya, Ia tidak perlu dibela. Kita belajar dari Alkitab, Allah yang Maha kuasa itu mengosongkan diri-Nya menyelamatkan manusia. Mari pastikan NTT menjadi rumah yang aman dan nyaman bagi semua. Orang Islam, Katolik, Hindu dan Budha, harus aman di Kota Kupang, di NTT,” demikian seruan ketua sinode GMIT disambut tepuk tangan meriah dari massa yang hadir.

Selain itu Pdt. Mery Kolimon mengingatkan pentingnya merawat keragaman. Indonesia katanya, hanya ada kalau keragaman diakui dan dirayakan. Karena itu bila ada yang merasa mayoritas dan mau mendominasi semua yang lain, Indonesia sedang terancam. Dengan lantang ia menyerukan “Malam ini dari kota Kupang kita suarakan jangan ada tirani mayoritas, jangan ada tirani mayoritas di negeri ini. Karena di depan hukum, tidak ada mayoritas dan minoritas. Saya orang Kristen NTT, saya bukan minoritas di negeri ini, orang Muslim di kota Kupang bukan minoritas di kota Kupang. Kami warga bangsa yang sama di depan hukum,” tegasnya.

Terkait vonis terhadap gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, ketua sinode juga beberapa kali menegaskan bahwa aksi-aksi yang dilakukan umat kristen bukan karena Ahok Kristen.

“Tujuan kita bukan untuk membela Ahok karena dia Kristen. Ingat itu. Kami berdiri di sini bukan karena Ahok Kristen. Kami mau mengatakan bahwa poin kami adalah ketika kebenaran dan keadilan diinjak-injak di negri ini, orang Kristen, orang Muslim, orang Hindu, orang Budha, orang Indonesia, anda harus berdiri bersama dan berkata tidak kepada ketidakadilan dan ketidakbenaran.”

Konser Cinta Merah Putih ini dimeriahkan dengan pertunjukan teater dan orasi dari GMKI cabang Kupang, Pengurus Perempuan GMIT, Pengurus Pemuda GMIT dan Pendeta Klasis kota Kupang yang diwakili Pdt. Anis Ratu. Selain menyanyikan lagu-lagu perjuangan, pada akhir kegiatan pada sekitar pukul 22:00, dilakukan penyalaan 1000 lilin dan penandatangan petisi pada sehelai kain berukuran 50 meter yang berisi 4 butir pernyataan: Bebaskan Ahok, tangkap Rizieq, bubarka ormas radikal periksa para hakim yang mengadili Ahok.***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *