PASCA PENANGGUHAN PENAHANAN, PRIMA JOURNALITA TEMUI MS-GMIT

KUPANG, WWW.SINODEGMIT.OR.ID, Prima Gaida Journalita Bahren, tersangka kasus pelanggaran UU ITE temui Majelis Sinode (MS) GMIT pasca berkas perkaranya ditarik dan penangguhan penahanan terhadap dirinya. Prima beserta suami, anak dan ayahnya didampingi Ir. Sarah Lery Mboeik dan Paul SinlaeLoe dari PIAR NTT diterima oleh Ketua MS-GMIT, Pdt. Dr. Mery Kolimon di ruang kerjanya, Selasa, 6/06-2017. Hadir pula dalam pertemuan itu, sekretaris MS-GMIT Pdt. Yusuf Nakmofa, M.Th dan ketua UPP Pemuda dan Kaum Bapak MS-GMIT, Pdt. Yahya Millu, S.Th.

Dalam pertemuan ini, Prima yang mengenakan kerudung merah muda tampak tenang dan tidak benyak berkomentar. Kepada MS-GMIT ia mengakui kesalahannya melalui status di sosial media yang ditengarai bersifat hate speechyang berakibat ia dilaporkan ke pihak berwajib. Atas kesalahan tersebut ia meminta maaf dan berterimakasih atas segala upaya yang dilakukan oleh MS-GMIT sehingga kasus yang dihadapinya menemui hasil yang positif. Ia juga mengaku senang atas kunjungan MS-GMIT saat masih berada di dalam tahanan.

“Saya datang untuk meminta terima kasih banyak kepada Majelis Sinode GMIT yang mau memaafkan saya dan berbesar hati mengunjungi saya (di tahanan). Saya senang sekali atas kunjungan itu dan saya mengaku bersalah,” ujarnya singkat.

Hal senada juga diungkapkan ayah Prima, Bapak Mohammad Ali, “Kami merasakan bantuan dari sinode GMIT, dari PIAR dan Brigade Meo dan semua pihak yang kami tidak kami sebut sehingga semua ini bisa terjadi. Sebagai umat yang beragama kita sadari bahwa semua ini campur tangan Tuhan, karena itu atas nama keluarga saya salut, bangga, dan mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas keadaan baik yang anak kami alami.”

Meski berkas perkaranya dicabut oleh pelapor dan ditangguhkan penahanannya oleh kepolisian namun menurut Paul Sinlaeloe, S.H, hal ini tidak serta merta menghentikan kasusnya sebab perkara Prima masuk dalam delik publik sehingga masih ada proses hukum yang akan dilalui.

Ketua Majelis Sinode GMIT Pdt. Dr. Mery Kolimon menyambut baik kunjungan ini dan meminta Prima untuk belajar berbenah dari kasus ini. Ia juga mendorong semua pihak yang terlibat dalam upaya rekonsiliasi dalam kasus ini agar menjadikan peristiwa ini sebagai pembelajaran bersama, bijak dalam memanfaatkan media sosial. Ia juga mengajak semua pihak mendukung penerapan hukum yang berkeadilan dan berprikemanusiaan terutama yang berkaitan dengan isu SARA di Indonesia.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *