BANTUAN UNTUK SEKOLAH GMIT MULAI MENGALIR

Kupang, www.sinodegmit.or.id, Kepedulian mitra-mitra Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) terkait kondisi sejumlah sekolah GMIT yang memprihatinkan mulai mengalir. Salah satunya adalah Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri- Kupang (STAKN) yang menyumbang 1.200 buku dan sejumlah uang.

Buku sebanyak itu diserahkan oleh Wanser Pasaribu, Kepala Bagian Administrasi, Kepegawaian dan Umum, kepada Majelis Sinode (MS) GMIT yang diterima oleh Ketua MS GMIT, Pdt. Dr. Mery Kolimon pada Jumat, 8/09-2017 bertempat di kantor MS GMIT.

“Kami menyerahkan bantuan buku dan sedikit berkat Tuhan yang kami dapatkan melalui partisipasi dosen dan mahasiswa. Kami menyadari tidak seberapa tapi itulah kepedulian kami dari STAKN kepada GMIT dan GKS yang telah melahirkan sekolah ini. Kami berharap MS GMIT bisa menyalurkan buku-buku ini ke sekolah-sekolah GMIT di pedalaman yang membutuhkan,” ujar Pasaribu.

Menyambut dukungan tersebut, Ketua MS GMIT menyampaikan terima kasih yang tulus serta mendorong mitra-mitra lainnya untuk bahu membahu menyelamatkan sekolah-sekolah tersebut.

“Terima kasih teman-teman dari STKN kami berharap bantuan ini akan menjadi kabar baik yang berguling dan mempengaruhi banyak orang dan atas inisiatif baik ini kami berterima kasih banyak”, ujar Pdt. Mery.

Terkait upaya menyelamatkan sekolah-sekolah GMIT yang berjumlah sekitar 600 buah, pada kesempatan ini Pdt. Mery menyebut tiga tugas gereja yang mesti segera dikerjakan yakni:

Pertama, MS GMIT perlu membangun kesadaran bersama bahwa tanggungjawab pendidikan bukan hanya Yapenkris (Yayasan Pendidikan Kristen) tetapi semua pihak terutama gereja baik di lingkup Sinode, Klasis dan Jemaat.

“Yayasan menjadi pengelola tetapi gereja harus menyadiakan punggung dimana sekolah-sekolah dan yayasan bersandar,” tegasnya.

Kedua, MS GMIT bertugas menyiapkan data am tentang sekolah-sekolah di 13 Yapenkris, dan Ketiga, menggalang dukungan baik dari internal maupun eksternal gereja.

“Pendeta-pendeta jangan hanya memberi dukungan doa. Jangan berhenti di doa saja. Mulailah dari diri kita, apa yang bisa kita lakukan,” ajak Pdt. Mery.

Selain dari STAKN-Kupang sebulan terakhir MS GMIT juga mendapat bantuan buku dari BPK Gunung Mulia dan Dinas Perpustakaan Provinsi NTT yang telah disalurkan ke berbagai perpustakaan jemaat-jemaat GMIT. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *