KOMPASTANI PANEN BAWANG TUK-TUK

KUPANG, www.sinodegmit.or.id, Komunitas Pendeta GMIT Suka Tani (KOMPASTANI) membuktikan kiprahnya dalam memberdayakan ekonomi jemaat melalui usaha pertanian. Rabu, 15/11-2017, bertempat di kebun jemaat GMIT Ebenhaeser Iungboken-Kolhua, salah satu kelompok binaan KOMPASTANI  mengadakan panen perdana bawang tuk-tuk.

Di kebun seluas 10 are, hasil yang diperoleh ditaksir sekitar 800 kilogram. Bila harga bawang merah dipatok rata-rata 25 ribu rupiah, kelompok tani yang menamakan diri “Konisuta” pimpinan Pdt. Nyongki Riri ini, sekurang-kurangnya akan mengantongi uang sebesar 20 juta rupiah dalam tempo 4 bulan.

Hadir dalam acara ini Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Dr. Mery Kolimon, Dirut PT BPR-TLM, Robert Fanggidae dan Kabid Holtikultura Kota Kupang, Martina. Dalam suara gembalanya, Ketua MS GMIT mengapresiasi keberhasilan yang dicapai KOMPASTANI dan kelompok tani binaannya. Bertolak dari pencapaian ini, ia menghimbau petani-petani di NTT dan di jemaat GMIT khususnya agar  menjadi petani yang cerdas dan mau belajar.

“Ketika pendeta menjadi motivator untuk jemaatnya yang hidup dari bertani mereka bisa berhasil. Itu sudah dibuktikan oleh para pendeta yang tergabung dalam KOMPASTANI. Oleh karena itu bagi masyarakat NTT dan warga GMIT khususnya kalau mau jadi petani, jadilah petani yang cerdas dan mau belajar.” ujarnya.

Ketua MS GMIT juga menyerukan kepada para orang tua agar tidak melarang anak-anaknya yang bercita-cita menjadi petani. “Kalau kita punya anak-anak mau jadi petani, jangan larang mereka. Tetapi kita pastikan mereka menjadi petani-petani  yang cerdas dan berkualitas. Mengapa? Karena apa yang tumbuh di kebun petani juga akan menentukan kualitas masyarakat NTT di masa mendatang.”

Selain itu Ketua MS GMIT juga mengingatkan pentingnya hidup hemat dan berwirausaha sehingga  berkat yang diterima tidak dihabiskan dengan pesta yang tidak perlu. Terkait bulan lingkungan GMIT, ia meminta para petani agar bertani dengan metode-metode yang ramah lingkungan.

Antusias Kompastani dan semua kelompok tani binaan komunitas ini juga diapresiasi Kabid Holtikultura Dinas Pertanian Kota kupang, Martina. Ia berjanji tahun 2018 mendatang pihaknya telah menyiapkan program dan anggaran bagi kelompok-kelompok tani yang ada.

Dengan hasil panen bawang yang cukup memuaskan ini ketua Majelis Jemaat Ebenhaeser Iungboken, Pdt. Nyongki Riri berharap panen ini dapat memotivasi jemaat agar lebih giat bertanam sekaligus menjadi contoh bagi jemaat-jemaat lain di GMIT.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *