UNICEF, PEMERINTAH NEW ZEALAND DAN DIREKTORAT PEMBINAAN PAUD KERJA SAMA LATIH 134 GURU & MENTOR

KUPANG, www.sinodegmit.or.id, Kerja sama Unicef, pemerintah New Zealand dan Direktorat Pembinaan PAUD, melatih 134 guru dan mentor PAUD di wilayah Kabupaten Kupang. Kegiatan ini dimulai sejak 27 November – 1 Desember 2017 di Neo Hotel-Kupang.

Kepala Sub Bidang Program dan Evaluasi Direktorat Pembinaan PAUD, Enah Suminah dalam sambutannya mengatakan bahwa Kabupaten Kupang merupakan satu-satunya kabupaten dari 534 kabupaten di seluruh Indonesia yang memperoleh program ini. Terpilihnya Kabupaten Kupang, menurutnya tak lepas dari komitmen pemerintah setempat yang dibuktikan dengan terpilihnya Bunda PAUD Nasional  Ny. Christina Ngadila Titu Eki.

Sementara itu pimpinan UNICEF perwakilan NTT dan NTB, Yudhistiwa Yewangoe, pada kesempatan yang sama menjelaskan bahwa pelatihan ini cukup istimewa karena peserta akan perkenalkan dan dibekali dengan kurikulum 2013 plus. Plusyang dimaksud adalah kurikulum yang ada diadaptasikan dengan mempertimbangkan konteks lokal di NTT khususnya kabupaten Kupang.

“Pelatihan kurikulum PAUD kali ini merupakan satu hal yang unik, karena Kementerian Pendidikan bersama UNICEF dan fasilitator nasional telah bekerja keras merancang model kurikulum yang bisa menyesuaikan dengan konteks dan kondisi Kupang. Sehingga ini adalah kurikulum nasional plus karena ada konteks Kupang-nya. Ini pertama kali kurikulum ini dilakukan di sini sehingga Bapak  Ibu adalah orang-orang pertama yang diperkenalkan dengan kurikulum 2013 plus ini,” kata Yudhi.

Pelatihan dibuka oleh Bupati Kupang, Ayub Titu Eki. Dalam sambutannya ia berharap program ini dapat memberi perubahan bagi peningkatan pendidikan PAUD di wilayahnya, terutama pendidikan karakter.

“Pendidikan kita sudah bergerak walau belum cukup maju. Di desa-desa sudah ada sarjana-sarjana tapi apakah cara hidup mereka cukup dipercaya? Karena itu untuk merubah generasi, pendidikan karakter mesti menjadi fondasi hidup mereka sejak kecil.”

Bupati Kupang juga mendorong kepala-kepala desa untuk membantu PAUD-PAUD melalui dana desa.

“Desa di Kabupaten Kupang yang mengelola uaag paling rendah adalah Desa Kuaklalo 1,1 milyar dan tertinggi Desa Noelbaki, 1,4 milyar. Jadi semua desa sudah mengelola uang tidak sedikit. Uang ini harus dipakai untuk memacu percepatan pembangunan desa termasuk pengembangan PAUD yang perlu dibiayai,” tegas Titu Eki.

Dari 134 peserta, sekitar 20 guru PAUD berasal dari PAUD di bawah naungan Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT). Angel Due, salah satu mentor di wilayah kecamatan Kupang Tengah mengatakan pendampingan dari pihaknya kepada PAUD-PAUD milik gereja di wilayahnya sudah semakin baik ketimbang sebelumnya.

“Ada PAUD gereja yang ibu pendetanya menjadi kepala sekolah. Di situ anak-anak masih duduk di lantai. Komite sekolah juga belum ada. Kebun PAUD Juga belum. Saya koordinasi dengan ibu pendeta dan minta kelasnya jangan dikumpul tapi di bagi sesuai usia anak. Pihak gereja sudah membuat sekat dan membentuk komite, jadi saya lihat gereja sudah mulai memberi perhatian,” ujar Angel.

Tantangan lain menurutnya adalah kurangnya sumber daya guru-guru PAUD yang rata-rata tamatan SMA.

“Rata-rata guru PAUD adalah tamatan SMA dan mereka belum dapat pelatihan sehingga pelajaran di kelas dibuat seperti anak SD. Membaca, menulis, berhitung padahal di PAUD itu mengajar anak bermain sambil belajar,” ungkapnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *