PERAYAAN NATAL & TAHUN BARU JANGAN JADI AJANG PESTA DAN UGAL-UGALAN

Kupang, www.sinodegmit.or.id, Dalam rangka perayaan natal dan menyongsong pergantian tahun 2017-2018, Ketua Majelis Sinode GMIT dan Gubernur NTT menghimbau masyarakat merayakannya secara dewasa dan bertanggungjawab.

“Kami mendorong jemaat-jemaat untuk merayakan natal dalam spiritualitas ugahari. Kurangi pesta pora dan jangan jadikan natal sebagai alasan untuk bermasuk-mabukan dan ribut-ribut. Bikin rumah kecil di samping jalan lalu palak orang dan harus setor karena kami mau merayakan natal dan tahun baru. Jangan jadikan natal sebagai alasan untuk ribut dengan petasan atau motor racing di lingkungan,” demikian himbauan Ketua MS GMIT, Pdt. Dr. Mery Kolimon dalam perayaan Natal Oikumene, Kamis 28/12-2017 di gereja St. Yosep, Naikoten-Kupang.

Lebih lanjut Pdt. Mery mengajak umat kristen agar perayaan natal dan tahun baru menjadi momentum untuk menguji kualitas iman dan kematangan spiritualitas sehingga umat tidak jatuh pada tindakan-tindakan yang merugikan diri sendiri dan kehidupan bersama.

Penegasan senada juga disampaikan Gubernur NTT, Drs. Frans Leburaya dalam sambutannya. Menurutnya, momentum penutupan tahun baru merupakan malam yang menggembirakan sekaligus menggelisakan, karena itu setiap tahun ia mengajak aparat keamanan TNI-Polri untuk melakukan patroli di Kota Kupang.

“Kalau dulu kita dengar ada yang meninggal, ada yang tangannya buntung gara-gara minum mabuk lalu bermain petasan, kadang-kadang anak-anak muda bikin musik dipinggir jalan,di situ ada pohon Natal, mereka minum-minum di situ lalu pajak uang pada orang lewat, saya minta agar tidak lagi yang seperti itu,” tegasnya.

Guna menyiasati persebaran acara-acara pergantian tahun di berbagai lokasi, pemerintah menyiapkan alun-alun rumah jabatan gubernur sebagai pusat acara dengan maksud pengelompokan massa bisa terkontrol.

“Memang beberapa tahun terakhir kami sengaja adakan ini supaya semuanya terpusat, tidak menyebar kemana-mana lalu bikin ribut di mana-mana. Jadi boleh ungkapkan perasaan senang tapi tetap dengan suasana tenang dan damai, itu pesan saya untuk malam pergantian tahun,” kata Leburaya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *