2018: Tercatat 101 TKI NTT Meninggal Dunia

Kupang, www.sinodegmit.or.id, Jelang penutupan tahun 2018, jumlah jenasah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Nusa Tenggara Timur yang dikirim pulang melalui kargo bandara Eltari-Kupang, tercatat sebanyak 101 orang. Jumlah ini merupakan yang tertinggi dibanding 3 tahun tahun sebelumnya.

Menurut data Jaringan Perempuan Indonesia Timur (JPIT) korban meninggal dunia pada 2015: 54, 2016: 60, dan 2017: 64 jenasah. Musibah yang dialami para korban pun bervariasi seperti, sakit, kecelakaan kerja, dianiaya majikan, dan lain sebagainya.

Lantaran itu, Pendeta Emy Sahertian, M.Th,  Ketua Badan Advokasi, Hukum dan Perdamaian Sinode GMIT mendesak pemerintah provinsi segera melakukan langkah-langkah penanganan arus migrasi dan pencegahan kejahatan perdagangan orang yang marak di NTT.

“Ada langkah baik yang ditempuh Gubernur NTT dengan menerbitkan moratorium TKI, akan tetapi implementasinya belum menyentuh akar masalah sampai di tingkat desa dan RT/RW. Akibatnya jalur-jalur illegal masih tetap terbuka,” kata Pendeta Emy, saat menghadiri kegiatan Malam Refleksi Kemanusiaan NTT di depan kantor gubernur NTT, Rabu, (19/12).

Aksi massa yang bertepatan dengan perayaan HUT NTT ke 60 ini melibatkan puluhan aktivis anti perdagangan orang. Mereka menuntut gubernur NTT mengoptimalkan kinerja satgas anti perdagangan orang dan menata ulang kebijakan menyangkut migrasi tenaga kerja.

Selain berorasi, massa yang berasal dari 33 organisasi kemasyarakatan dan kemahasiswaan ini juga menggelar doa lintas iman, refleksi dan penyalaan lilin. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published.