Paket Marhaen Bertemu MS GMIT

Kupang,www.sinodegmit.or.id, Calon Gubernur NTT dari paket Marhaen, Ir. Emy Nomleni, Senin, (28/5) pukul 09:00, bertemu Majelis Sinode (MS) GMIT. Melalui kunjungan ini, Emy yang didampingi Ir. Yani Mboeik dan beberapa fungsionaris partai PDIP, bermaksud meminta masukan dan dukungan doa sehubungan dengan proses pilkada yang sedang berlangsung.

“Kunjungan kami bertujuan meminta masukan dari Mejelis Sinode GMIT sehubungan dengan salah satu anggota jemaat GMIT yang ikut dalam pilkada. Apalagi kondisi bangsa saat ini sedang dilanda ancaman perpecahan karena isu-isu agama, sehingga masukan dari gereja sangat kami harapkan,” ungkap Mboeik.

Menyambut kunjungan politik ini, Ketua MS GMIT, Pdt. Dr. Mery Kolimon menyatakan GMIT sebagai rumah bersama bersikap terbuka bagi siapa pun, baik warga GMIT maupun lintas agama lainnya. Keterbukaan itu telah menjadi tradisi sehingga beberapa bulan lalu MS GMIT juga menerima kunjungan dari paket Victory-Joss dan Eston-Chris.

“Kami bangga bahwa dari keempat paket, warga GMIT ada di semua, baik calon gubernur maupun wakil. Dan sebagai gereja kami tegaskan bahwa gereja tidak berpihak pada paket tertentu. Sebagai Majelis Sinode masing-masing kami punya pilihan pribadi, tetapi sebagai lembaga, gereja tidak boleh partisan, namun gereja tetap mendoakan dan memberi spirit bagi warga gereja yang maju di pentas pilkada,” tegas Pdt. Mery.

Menyambung pernyataan Pdt. Mery, dua anggota MS lainnya, Pdt. Agustina Litelnoni dan Pdt. Yusuf Nakmofa, memberi apresiasi kepada PDIP yang mengusung Emy Nomleni sebagai satu-satunya calon perempuan pada Pilgub NTT. Hal ini menjadi inspirasi bagi perempuan-perempuan NTT untuk lebih percaya diri tampil di publik.

Kepada MS GMIT, Emy menyampaikan terima kasih kepada masyarakat NTT yang memberi kepercayaan kepadanya untuk menjadi calon wakil gubernur perempuan pertama. Kendati demikian, dengan rendah hati ia mengaku, dirinya bukan satu-satunya perempuan yang dianggap luar biasa. “Masih banyak perempuan hebat di NTT, hanya saja ruang untuk perempuan belum cukup terbuka,” ujarnya.

Di tengah masa kampanye saat ini, Emy mengatakan pihaknya berkomitmen untuk menjaga perdamaian selama proses pilkada. “Kami berusaha melakukan komunikasi agar tidak saling menciderai. Bahkan dalam kampanye saya tegaskan kepada masyarakat bahwa urusan pilkada hanya dalam hitungan hari atau bulan tapi relasi kekeluargaan berlangsung sepanjang hidup jadi persaudaraan perlu senantiasa dirawat,” ujar Emy.

MS GMIT pada kesempatan ini berpesan agar paket Marhaen tidak hanya mengejar kekuasaan, apalagi menggunakan politik uang dalam kontestasi politik, tetapi terutama memberikan pendidikan politik bagi warga, sehingga masyarakat semakin dewasa dalam berdemokrasi. Selain itu MS GMIT menyampaikan rencananya untuk mengundang semua kandidat gubernur dan wakil gubernur yang berasal dari anggota GMIT untuk hadir dalam diskusi dan doa bersama pada 12 Juni 2018 mendatang.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *