Khotbah Minggu, 27 Januari 2019

ALLAH MEMAKAI BANGSA LAIN UNTUK MEMULIHKAN UMAT-NYA
(Yesaya 45:1-8)

Pdt. Elisa Maplani

Mungkinkah anda pernah ditolong oleh orang yang anda tidak kenal dalam hidup? Ada orang asing yang tidak dikenal lalu datang menawarkan bantuan atau pertolongan tanpa anda sendiri meminta pertolongannya dan anda bebas dari masalah atau luput dari maut?
Memang, terkadang di dalam kehidupan ini terdapat banyak hal yang mengejutkan dan tidak masuk akal. Selalu saja ada orang yang mungkin tidak masuk dalam hitungan kita hadir dan berbuat baik untuk menolong dan menyelamatkan hidup ini dari berbagai kesulitan dan tantangan yang kita alami.

Hal yang sama terjadi dengan bangsa Israel. Allah selalu berkehendak baik untuk menyelamatkan mereka sebagai umat pilihan-Nya dengan banyak cara dan melalui orang lain yang tidak terduga sama sekali dalam hidup mereka sebagai bangsa pilihan Allah.
Yesaya 45: 1-8, merupakan bagian dari nubuat Allah yang disampaikan nabi Yesaya tentang panggilan dan pengurapan seorang Raja bernama Koresh. Ada rencana besar Allah dalam penyelamatan umat-Nya yang saat itu sedang hidup dalam pembuangan di Babel dan Allah ingin mewujudkan rencana-Nya yang besar kepada umat-Nya melalui Raja Koresh.

Ada pertanyaan penting: Mengapa Allah pilih Raja Koresh bukan pemimpin Israel? Ada apa dengan pemimpin dan umat Israel? Jawabannya: Ada relasi yang terganggu. Mereka memberontak kepada Tuhan. Baik pemimpin maupun umat Israel tidak mampu mendengar suara Tuhan. Mereka hidup terobsesi dengan diri dan kelompok sendiri. Mereka keras kepala. Tidak rendah hati. Tidak mau dengar-dengaran. Merasa diri paling benar karena itu tidak bisa salah dan tidak mau disalahkan. Lebih parah lagi mereka ikut dalam penyembahan berhala dan menyakiti hati Tuhan dengan ibadah yang munafik. Tuhan menghukum dan membuang mereka ke Babel sebagai akibat dosa sekaligus mendidik mereka sebagai umat Allah.

Namun cinta kasih Tuhan itu kekal adanya. Ia menghukum Israel karena kasih agar mereka tidak binasa oleh dosa dan pelanggaran. Itu sebabnya dengan kasih-Nya yang kekal, Allah mau menyelamatkan umat-Nya. Dan untuk tujuan penyelamatan umat-Nya itu, Allah memakai Raja Koresh. Melalui Raja Koresh Tuhan akan menundukkan bangsa-bangsa lain di hadapan bangsa Israel. Melalui Koresh, Tuhan akan memberikan kemenangan yang besar kepada bangsa Israel.
Nubuat Allah yang disampaikan nabi Yesaya kepada bangsa Israel ini tergenapi. Sejarah membuktikan bahwa Koresh berhasil mendirikan kerajaan Persia. Koresh merebut Babel dan kemudian membiarkan orang Israel pulang kenegeri mereka (Yes 44:28. Band. Ezra 1:1-11;).

Yang menarik adalah, Koresh merupakan seorang Raja yang tidak mengenal dan menyembah Allah Israel. Tidak ada kebaikan dalam diri Koresh yang jadi dasar Allah memanggil dan mengurapi Dia. Walau Koresh tidak mengenal dan menyembah Allah orang Israel, Allah memakai Koresh untuk tujuan yang hendak Allah capai dengan umat-Nya.
Ayat 4-8 dari teks Yesaya ini memperlihatkan dua hal mendasar mengapa Allah memanggil, menggerakkan dan mempercayakan tugas yang besar pada Raja Koresh memulangkan bangsa Israel ke negerinya.

Pertama, Karena Allah itu adalah Allah yang setia pada janji-janji-Nya. Allah telah mengikatkan diri sebagai Allah bagi bangsa Israel dan berjanji akan mengasihi Israel selaku umat pilihan-Nya. Allah ingin memulihkan relasi dengan Israel karena perjanjian kasih karunia Allah kepada Israel selaku umat pilihan-Nya seperti yang dijanjikan pada nenek moyang Israel Yakni Abraham, Ishak dan Yakub (Ay 4). Jadi Koresh tidak dipanggil demi diri sendiri tetapi demi Yakub atau Israel. Allah mampu dengan kuasa-Nya, memanggil, menggerakkan dan mempercayakan tugas yang besar memulangkan bangsa Israel ke negerinya. Melalui Koresh, Tuhan bekerja dalam sejarah penyelamatan hidup Israel selaku umat Allah.

Kedua, Karena Allah adalah satu-satunya Tuhan yang berdaulat atas sejarah kehidupan manusia, segala bangsa dan segala ciptaan (Ay 5-8). Tindakan Allah yang mengasihi dan menyelamatkan Israel melalui Raja Koresh, hendak membuktikan bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang tidak dapat dibandingkan dengan ilah-ilah lain di dunia ini. Kedaulatan Allah Israel itu ditegaskan pada ayat 6 dengan kata-kata:”Supaya orang tahu dari terbitnya matahari sampai terbenamnya bahwa tidak ada yang lain di luar Aku. Akulah Tuhan dan tidak ada yang lain. Ya… Tuhan berdaulat atas hidup dan masa depan manusia dalam segala hal, baik itu untung/mujur maupun malang dan berdaulat pula atas alam semesta (Ay 7-8).

Dengan demikian jelas bahwa bukanlah Koresh yang hebat yang mampu menaklukkan Babel dan membawa bangsa Israel pulang ke tanah perjanjian tapi dibalik kekuasaan dan kejayaan Koresh sesungguhnya nampak kasih Allah yang besar dan kedaulatan Allah yang sedang berlaku bagi umat pilihan-Nya. Ya…Tuhan adalah Allah yang penuh kasih, yang menciptakan dan yang berdaulat atas segala sesuatu (Manusia, dunia dan isinya).
Melalui Firman Tuhan ini ada pesan penting bagi kita selaku orang percaya:

1. Perbuatan dosa dan pemberontakan kita pada Allah berdampak pada terganggunya relasi kita dengan sesama dan dengan Allah. Kita membutuhkan keselamatan yang hanya datangnya dari Allah di dalam Yesus Kristus.
2. Allah punya otoritas yang mutlak untuk memakai siapa saja dalam kaitan dengan pemulihan relasi umat-Nya. Ada kebebasan mutlak Allah memakai orang-orang yang terkadang sulit kita duga (orang yang kita anggap sebagai saudara atau orang asing) datang memperbaharui relasi kita baik dengan sesama maupun dengan Allah yang telah retak. Allah tidak saja bekerja dalam kehidupan orang-orang yang mengenal Dia. Allah terkadang dapat bekerja dan melakukan hal-hal yang baik melalui orang-orang yang tidak mengenal dan menyembah-Nya untuk mendatangkan tujuan yang baik bagi umat pilihan-Nya dan untuk kemuliaan nama-Nya.
3. Dibutuhkan kerendahan hati orang-orang percaya untuk mengaku Iman bahwa tidak ada yang terjadi secara alami dalam hidup orang percaya karena sesungguhnya Allah di dalam Yesus Kristus adalah Allah yang aktif dalam sejarah hidup dan masa depan orang-orang percaya. Bahwa sejarah hidup dan masa depan orang percaya diatur dan bergerak sesuai cara, maksud dan tujuan Allah sendiri. Ya…Sesungguhnya Allah itu berkuasa penuh atas sejarah kehidupan manusia. Bahwa dari terbitnya matahari sampai pada terbenamnya, tidak ada yang berkuasa penuh atas kehidupan ini selain dari pada Allah di dalam Yesus Kristus yang menjadikannya.

Soli Deo Gloria

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *