Danrem 161 Wirasakti-Kupang Temui Ketua Majelis Sinode GMIT

Foto bersama: Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Dr. Mery Kolimon, Danrem 161 Wirasakti-Kupang, Brigjend. TNI, Syaiful Rahman dan Kepala Seksi Teritorial, Letkol. Inf. Jemz Ratu Edo.

KUPANG, www.sinodegmit.or.id, Danrem 161 Wirasakti-Kupang, Brigjend. TNI, Syaiful Rahman didampingi Kepala Seksi Teritorial, Letkol. Inf. Jemz Ratu Edo, bertemu Ketua Majelis Sinode (MS) GMIT, Pdt. Dr. Mery Kolimon.  Pertemuan berlangsung di ruang kerja Ketua MS GMIT, Senin, (11/2) pukul 10.00 pagi.

Syaiful menjelaskan kunjungan ini bersifat silahturahmi terkait kehadirannya di NTT sebagai Danrem 161 Wiraksakti-Kupang menggantikan pejabat lama Brigjend TNI Teguh Muji Angkasa yang diserahterimakan pada Januari lalu.

“Sebagai pimpinan baru, saya ingin memperkenalkan diri sekaligus ingin mendapat informasi mengenai kegiatan-kegiatan keagamaan yang mungkin membutuhkan bantuan TNI. Itu tujuan dari silahturahmi kami di sini,” jelas Syaiful.

Ketua MS GMIT menyambut baik kunjungan ini seraya memaparkan peran gereja dan lembaga-lembaga agama lainnya di NTT dalam membangun kerukunan antar umat. Ia berharap TNI juga turut membangun kerja sama dengan pimpinan umat beragama dalam menangkal isu-isu radikalisme dan terorisme.

“Di NTT kami lihat umat kita kadang-kadang merasa terprovokasi dengan gerakan-gerakan radikal yang terjadi di luar (NTT-red).Peristiwa Sabu misalnya, waktu itu ada komunikasi yang baik dengan Danrem, Kabinda, Kapolda, Gubernur dan pimpinan agama terutama dengan para pendeta dalam rangka menahan kemarahan massa. Jadi kami merasa komunikasi seperti itu penting dilakukan untuk menjaga NTT,” kata Pdt. Mery.

Terkait kegiatan-kegiatan gerejawi, Ketua MS GMIT menjelaskan beberapa perayaan besar yang melibatkan massa seperti perayaan Paskah, Natal dan sidang-sidang gereja. Disebutkan pula program pembangunan fisik maupun non fisik yang sedang digalakkan seperti pembangunan gedung GMIT center, pembangunan rumah-rumah ibadah, gerakan tanam air dan pohon.

Selebihnya Ketua MS GMIT juga menyinggung peran pemuda gereja dalam menjaga keutuhan bangsa namun pada saat yang sama mereka rentan terhadap kejahatan perdagangan orang. Untuk itu upaya yang sedang dilakukan GMIT adalah mendorong pemberdayaan ekonomi di desa-desa melalui kemitraan dengan kementrian desa.

Terkait hal itu, Danrem mengaku siap membantu dalam hal membangun kapasitas kaum muda. Sementara terkait perdagangan orang, pihaknya sedang ikut memantau jalur-jalur transit seperti pelabuhan dan bandara.

“Sedang kita tegakkan dan tertibkan juga di bandara maupun di dermaga.”

Ketua MS GMIT, Pdt. Dr. Mery Kolimon menghadiri undangan Kodam IX Udayana-Bali pada Juni 2018. (Foto. Suara Bali.com.)

Danrem juga menawarkan kerja sama yang bersifat insidentil dan teknis dalam kaitan dengan pembangunan fisik di lingkungan gereja, termasuk meminta kesediaan Pdt. Mery berpartisipasi dalam kegiatan di lingkup TNI yang membutuhkan kehadiran tokoh agama.

Perlu diketahui pada Juni 2018, Danrem 161 Wiraksakti-Kupang, Brigjend TNI Teguh Muji Angkasa mengundang Ketua MS GMIT menghadiri kegiatan komunikasi sosial yang digelar Kodam IX/Udayana-Bali.

“Kalau ada kegiatan semacam itu lagi kita minta Ibu saja,” harap Syaiful. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *