Ribuan Warga Makan Bakso Usai Kebaktian Paskah, Mangkuknya Pakai Apa Ya?

KUPANG, www.sinodegmit.or.id, Merayakan sukacita perayaan Kebangkitan Tuhan Yesus, Panitia Hari Raya Paskah Jemaat GMIT Galed Kelapa Lima-Kupang, menyiapkan lebih dari 1000 porsi bakso untuk makan bersama jemaat pada kebaktian pukul 06.00, Minggu, (21/4).

Warga yang sudah sejak dini hari mengikuti pawai, tampak antusias menikmati bakso hangat yang disuguhkan panitia.

“Kami menyiapkan lebih dari 1000 porsi bakso, bubur kacang hijau dan telur Paskah bagi jemaat Galed yang sudah sejak dini hari hingga pagi ini mengikuti kebaktian Paskah,” ungkap Sekretaris Panitia Rita Ndun-Angi.

Namun patut sayangkan untuk alasan praktis, panitia menggunakan wadah styrofoam (gabus) sebagai wadah bakso dan gelas plastik sekali pakai untuk bubur kacang hijau.

Ditanyai komentar penggunaan styrofoam pada acara makan bersama ini, Rita sendiri mengaku kurang setuju karena berdampak buruk bagi kesehatan dan lingkungan. Namun menurutnya menyiapkan seribuan mangkuk non plastik sungguh tidak mudah. Ia berharap pada perayaan-perayaan berikutnya, ada cara yang bisa ditempuh untuk meminimalisir penggunaan plastik termasuk styrofoam.

Menanggapi penggunaan styrofoam tersebut, Budi Lili, Ketua Komunitas Arsitektur Ramah Lingkungan (Karang) mengatakan penggunaan wadah plastik dalam kegiatan-kegiatan gerejawi yang melibatkan ribuan orang bisa jadi kontra produktif dengan komitmen dan misi gereja dalam merawat lingkungan.

“Jangan sampai gereja menjadi salah satu penyumbang terbesar kerusakan lingkungan mengingat kegiatan gereja seringkali melibatkan ribuan orang,” ujar anggota Jemaat Galed rayon 7 ini.

Budi Lili, warga rayon 7 Jemaat Galed Kelapa Lima

Ia mengusulkan agar acara-acara gereja, sebaiknya tidak menggunakan wadah plastik sekali pakai seperti styrofoam yang diperkirakan membutuhkan waktu 500 tahun agar bisa terurai.

Dosen Arsitektur Unwira Kupang ini berharap gereja dapat mendorong anggota-anggota jemaat agar bersikap ramah lingkungan sebagai gaya hidup orang beriman.

Dalam rangka perayaan Paskah tahun ini, Panitia juga menyelenggarakan sejumlah kegiatan antara lain, diakonia bagi anak jalanan dan anak-anak di Panti Asuhan, gotong royong kebersihan lintas agama, ibadah bersama warga binaan di Lapas Penfui, dan terakhir akan mengikuti Pawai Kemenangan Paskah bersama Pemuda GMIT lingkup sinodal pada hari Senin besok.

Kebaktian Paskah Jemaat Galed Kelapa Lima dipimpin Pdt. Dr. Wilfrid Ruku, staf pengajar pada Fakultas Teologi UKAW-Kupang. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *