Jambore PAR GMIT Klasis Amanuban Tengah Utara: Kompetensi Bukan Kompetisi

NekameseAmanuban Tengah Utara,www.sinodegmit.or.id, Mengisi masa liburan sekolah, UPP Pelayanan Anak dan Remaja (PAR) Klasis Amanatun Tengah Utara menggelar Jambore PAR III bertempat di Jemaat Imanuel Postenu, 4-6 Juni 2019.

Berbeda dari kebiasaan jambore sebelumnya yang menonjolkan perlombaan (kompetisi), jambore kali ini mengutamakan pengembangan bakat anak (kompetensi). Didampingi sejumlah tutor berpengalaman, sedikitnya tiga belas jenis kecerdasan anak dieksplor melalui jambore ini.

Mereka dibagi berdasarkan minat dan bakat untuk mengikuti 13 kelas latihan dan bimbingan, diantaranya: kelas latihan kepemimpinan, melukis/menggambar, matematika alkitab, teater/drama, olah vokal, musik, fotografi, guru/pengajar, bidan/dokter cilik, public speaking, peternakan, perkebunan dan pemberita Injil.

“Konsep acara yang mengutamakan pengembangan kompetensi anak merupakan hal baru bagi kami sekaligus menjadi ruang belajar bagi kami para pelayan PAR. Ini hal yang bagus,” ujar Kolo Maryati Aoetpah, pelayan PAR Jemaat GMIT Eklesia Noenoni.

Selain itu juga digelar kegiatan pameran kerajinan anak, pentas seni dan budaya serta jelajah alam guna membentuk karakter cinta lingkungan pada anak.

Kegiatan ini dihadiri Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Dr. Mery Kolimon, Bupati TTS, Egusem Piether Tahun, pimpinan Wahana Visi Indonesia (WVI) ADP-TTS, Pince Keliat, Ketua Klasis Amanuban Tengah Utara, Pdt. Bea Tahun, Ketua UPP PAR MS-GMIT, Pdt. Bobie Mangi dan para pendeta se-klasis Amanuban Tengah Utara.

Ketua MS-GMIT memberi apresiasi yang tinggi atas kerja panitia, partisipasi anak-anak, pelayan PAR, para orang tua dan jemaat-jemaat serta dukungan berbagai pihak yang mendukung kegiatan ini sehingga terselenggara dengan meriah dan berkualitas.

“Banyak kali orang pikir gereja itu hanya urusan orang tua, padahal mereka lupa bahwa masa depan gereja ada pada anak-anak. Karena itu terimalah ucapan terima kasih kami kepada semua Bapak Mama di klasis Amanuban Tengah Utara, WVI, pemerintah kabupaten, serta semua anak-anak,” ujar Pdt. Mery dalam suara gembala.

Pimpinan WVI ADP TTS, Pince Keliat, dalam sambutannya mengharapkan pemerintah dan gereja sungguh-sungguh memberi perhatian pada upaya menciptakan lingkungan yang ramah anak.

“Mari kita berpikir bersama apa kontribusi kita baik sebagai pemerintah desa, kecamatan, kabupaten, dunia usaha dan gereja untuk menciptakan daerah yang ramah anak melalui pembangunan infrastruktur yang layak bagi tumbuh kembang anak.”

Guna mendorong pertumbuhan ekonomi desa dan pelestarian budaya lokal, Bupati TTS dalam sambutannya berjanji akan meluncurkan program penggunaan busana adat bagi murid-murid sekolah.

Tahun ajaran baru ini, dari PAUD sampai SMA/SMK seminggu sekali harus pakai tenun ikat. Jumlah anak sekolah di TTS sekitar 150 ribu, maka kita butuh taruhlah 100 ribu selimut/sarung. Gerakan ini diharapkan bisa mendorong ekonomi daerah ini. Nanti kami buat dalam instruksi bupati untuk ditindaklanjuti di tahun ajaran baru ini,” kata Tahun.

Bupati TTS juga memberi apresiasi kepada Pdt. Sepri Adonis, Ketua Majelis Jemaat GMIT Nekamese, yang menjadi tuan dan nyoya rumah Jambore PAR ini. Ia menilai kemasan acara yang ditampilkan sangat bagus.

“Ini acara cukup panjang tapi bagus sekali. Mulai dari acara penyambutan sampai ibadah semuanya diatur dan dipimpin oleh anak-anak. Mereka tampil maksimal. Dan saya terkejut karena mereka menampilkan refleksi tentang fenomena perdagangan orang di TTS dengan bagus. Refleksi mereka tentang calo TKI perlu jadi perhatian kita.”

Melihat besarnya potensi anak-anak pada kegiatan ini, Bupati TTS berjanji memberikan dukungan yang maksimal pada Jambore mendatang.

Kami mohon maaf, kemarin Pak Pendeta Sepri datang kami kira jambore ini hanya di lingkungan jemaat ini, ternyata ini kegiatan klasis yang begini besar. Jadi tadi saya minta kepala dinas pariwisata, kita perlu duduk bersama dengan gereja, apa yang bisa kita kerja sama agar kegiatan ini memiliki gaung yang lebih besar di tingkat kabupaten. Pemerintah daerah siap bantu fasilitasi,” kata Bupati Tahun.

Jambore PAR III ini diikuti 345 anak dari 13 jemaat se-klasis Amanuban Tengah Utara.

Kesya dari Jemaat GMIT Sonhalan Niki-Niki mengaku senang mengikuti jambore ini. “Saya senang sekali ikut jambore PAR ini karena di sini tempat kami belajar bersama dengan banyak teman dari berbagai jemaat.” ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *