Perencanaan Program Pelayanan Berbasis Analisa Sosial di GMIT (bagian II)

Peserta Training of Trainers Perencanaan Pelayanan dan FGD Draf HKUP 2020-2023 teritori Kupang Daratan dan Semau, di Jemaat GMIT Lahairoi Tuak Sabu, Oesapa, (11-13/6).

KUPANG, www.sinodegmit.or.id, Selain teologi perencanaan sebagai landasan membangun pelayanan strategis dalam gereja, langkah penting selanjutnya adalah melakukan analisis sosial.

Analisis Sosial adalah usaha memperoleh gambaran yang lebih lengkap tentang sebuah situasi sosial dengan menggali hubungan-hubungan historis dan strukturalnya.

Pada kegiatan Training of Trainers (ToT) bertema, “Perencanaan Pelayanan Jemaat & FGD Draf HKUP GMIT 2020-2023”, materi ini dijabarkan oleh Dr. Karen Campbell-Nelson.

Karen, membagi topik ini dalam tiga sub yakni: analisa garis waktu, analisa pohon masalah dan anlisa pohon kehidupan.

Pertama, analisa garis waktu. Metode ini mengajak peserta untuk mengingat dan menuliskan peristiwa-peristiwa sosial, ekonomi, politik, budaya dan lingkungan, pada periode 1950-69, hingga 2000-2019. Sejauh mana peristiwa-peritiwa itu berdampak bagi gereja dan bagaimana respon gereja terhadap peristiwa-peristiwa yang terjadi?

Kedua, analisa pohon masalah. Metode ini membantu peserta mengidentifikasi pokok, dampak dan akar masalah dalam konteks jemaat atau klasis dengan memakai metafora pohon.

Ketiga, analisa pohon kehidupan. Dengan memakai metafora yang sama, peserta mencoba menemukan sumber-sumber daya atau kekuatan yang tersedia untuk pembangunan jemaat.

Analisis sosial dengan menggunakan tiga perangkat/alat bantu itu bertujuan membantu peserta mengidentifikasi dan memahami berbagai persoalan dalam konteksnya pada masa lalu dan masa kini dan selanjutnya merencanakan sejumlah hal untuk mengantisipasi hal-hal tertentu yang akan terjadi baik itu positif maupun negatif di masa depan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *