GMIT Istana Kasih Mulai Memanen “GEMAGE”

Persekutuan Kaum Bapak GMIT Jemaat Istana Kasih – Talaka, Fatukoa, Klasis Kupang Barat

KUPANG, www.sinodegmit.or.id, Program penyadaran kaum bapak untuk lebih aktif bergereja, yang didasarkan pada keprihatinan minimnya kaum bapak menghadiri ibadah-ibadah di gereja mulai membuahkan hasil. Misalnya, Kaum bapak GMIT Jemaat Istana Kasih Talaka, Klasis Kupang Barat, mulai menunjukkan perubahan.

Gereja yang terletak di Kampung Talaka, Desa Fatukoa, Kecamatan Maulafa ini tak beda dengan jemaat-jemaat GMIT lainnya. Komunitas kaum bapak sangat minim ditemukan kehadirannya dalam kegiatan-kegiatan ibadah, terutama dalam ibadah rumah tangga (IRT) dan ibadah khusus kaum bapak. Ini sangat melemahkan pengurus kaum bapak di tingkat jemaat.

Kehadiran kaum bapak dalam IRT sudah minim, apalagi khusus ibadah kaum bapak. Ini diakui Ketua Kaum Bapak Jemaat Istana Kasih Talaka, Joni Tobe. Menurut Joni, sejak Jemaat Istana Kasih masih menjadi bagian dari gereja induk GMIT Luz Fatukoa, kaum bapak di Talaka nyaris tidak terlibat sama sekali dengan kegiatan peribadahan, kecuali hadir dalam kebaktian minggu, itu pun tidak banyak.

Joni Tobe, Ketua Kaum Bapak

Kondisi itu, lanjut Joni Tobe, masih terasa hingga Jemaat Istana Kasih, mekar dan menjadi jemaat mandiri. Perubahan mulai beringsut pelan, sejak Jemaat Istana Kasih memiliki pendeta jemaat sendiri. Jemaat Istana Kasih Talaka pertama kali memiliki pendeta sendiri saat menerima Pdt. Marthelda O.Y. Taopan (39), sebagai Ketua Majelis Jemaat GMIT Talaka.

Pdt. Marthelda O.Y. Taopan membenarkan cerita Joni Tobe, saat dikunjungi pertengahan November 2019. Kondisi ini disiasati dengan melakukan perkunjungan dengan cara memimpin ibadah rumah tangga di rayon-rayon. Dengan memilih rayon secara acak, pendeta hadir tak terduga dan memimpin ibadah. Mula-mula kaum bapak masih bisa menghindari, tetapi dengan seringnya perkunjungan, perlahan mulai ada perubahan.

Titik baliknya, kata istri dari Rafles Willa Kore ini, berawal dari kehadiran Ketua Sinode GMIT, saat ibadah pemandirian Jemaat Istana Kasih. Pertemuan dengan ketua sinode itu sangat membekas. Jemaat sangat bangga dan senang sekali. Kaum bapak mulai tersentuh,  seperti nama jemaatnya, kaum bapak mulai bersemangat membangun istana hatinya untuk ditempati Tuhan.

“Mereka sangat bangga karena ibadah pentabisan menjadi gereja mandiri pada  25 Februari 2016, dihadiri oleh Ketua Sinode GMIT, Pdt, Mery Kolimon.  Itulah pertama kalinya jemaat di Talaka bertemu langsung pemimpin gereja mereka, dan itu memberi semangat bersekutu jemaat bertumbuh,” kata Pdt. Mathelda Taopan, yang juga menjadi pendeta pertama ditempatkan di jemaat baru tersebut.

Sejak pertemuan itu benih semangat persekutuan kaum bapak mulai bertumbuh. Titik tumbuh benih itu makin mendapat humusnya sejak ada rencana Persekutuan Kaum Bapak Sinode GMIT akan  mengunjungi dan beribadah bersama Jemaat Istana Kasih Talaka.

Pemicu titik tumbuh adalah saat Persekutuan Kaum Bapak Sinode GMIT memutuskan memilih Jemaat Istana Kasih sebagai lokasi untuk meluncurkan program Gerakan Kaum Bapak Masuk Gereja atau “Gemage”. Kaum bapak Jemaat Istana Kasih pun bersemangat menerima kunjungan utusan demi utusan Kaum Bapak Sinode dalam membuat persiapan acara.

Kegiatan Deklarasi Gemage oleh Persekutuan Kaum Bapak Sinode GMIT sangat berkesan. Ibadah deklarasi dihadiri Pengurus Kaum Bapak Sinode periode 2015-2019 yang dipimpin Roddialek Pollo beserta pengurus dan banyak anggota lengkap dengan identitas jaket berwarna kuning. Apalagi acara itu juga dihadiri Walikota Kupang, Jefyrstson Riwu Kore, beserta sejumlah pejabat Kota Kupang. Acara ini ditandai dengan penempatan prasasti deklarasi Gemage dan penanaman pohon di halaman depan gedung kebaktian.

“Kami kaum bapak, bahkan seluruh Jemaat Istana Kasih Talaka bangga dan senang sekali, dipercayakan menjadi tuan rumah dan menjadi titik awal program Gemage dari Persekutuan Kau Bapak Sinode GMIT. Ini menjadi dorongan baik dan positif untuk kelangsungan kegiatan-kegiatan Kaum Bapak Jemaat Istana Kasih,” kat Joni Tobe.

Pemasangan Prasasti Peluncuran GEMAGE oleh Persekutuan Kaum Bapak Sinode GMIT, (24/11) di halaman depan GMIT Istana Kasih, Talaka-Fatukoa

Program Gemage ini, lanjut Joni Tobe,  membawa efek positif untuk mengajak kaum bapak GMIT di Jemaat Istana Kasih Talaka, makin aktif dalam kegiatan-kegiatan gereja. Gaung menjelang kunjungan Kaum Bapak Sinode sudah mulai terasa. Ibadah kaum bapak di tingkat rayon sudah bisa berjalan serempak. Kaum bapak yang hadir mulai membaik, minimal 4-6 orang ikut beribadah. Dan ketika acara mulai dipersiapkan, kaum bapak menjadi tulang punggungnya.

“Terima kasih bapak Rodialek Pollo dan kawan-kawan kaum bapak Sinode, terima kasih pak Walikota Kupang yang sudah beribadah bersama kami dan memberi sumbangan, terima kasih ibu pendeta Willa Kore, yang sudah memberi kami Kaum Bapak di Talaka lebih semangat terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan gereja,” ungkap Joni Tobe.

“Kami Pengurus Kaum Bapa, lanjut Joni Tobe, bersama Penatua  Yeremias Bani , Penatua Agustinus Nifu, Penatua Daniel Bani, serta semua kaum bapak Istana Kasih Talaka, akan segera rapat konsolidasi untuk merencanakan program-program yang produktif, seperti membuat kebun khusus UPP dan Pengurus Kaum Bapak, dan program lainnya, untuk kepentingan UPP Kaum Bapak Jemaat Istana Kasih, dan untuk membantu pencarian dana untuk membangun gedung kebaktian baru yang sudah dimulai.

Pdt. Marthelda Taopan menjelaskan Jemaat Istana Kasih Talaka atau biasa disingkat JIKAT. Mula mandiri memiliki wilayah pelayanan sebanyak tujuh rayon, dan sejak awal tahun 2019 dimekarkan menjadi sembilan rayon. Jumlah jemaat sebanyak 140 kepala keluarga atau sekitar 500-an jiwa. Kaum Bapak JIKAT dibawah pimpinan Joni Tobe, kata ibu tiga orang anak, yakni,  Jovan (8 tahun), Jeven dan Angriany  (4 tahun) ini melaksanakan ibadah kaum bapak sekali dalam seminggu pada hari Minggu. Dilaksanakan serempak di semua rayon, rata-rata antara jam lima dan enam sore. (paul bolla)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *