Natal Persekutuan Pendeta Emeritus GMIT

KUPANG, www.sinodegmit.or.id,  Persekutuan Pendeta Emeritus GMIT menggelar kebaktian natal dipimpin Pdt. Dr. Ira Mangililo, staf pengajar dari pasca sarjana UKAW-Kupang.

Dalam khotbah menurut bacaan Yohanes 15:9-17, Pdt. Ira mengatakan bahwa konsep sahabat dalam Injil Yohanes berbeda dengan Injil Sinoptik. Konsep sahabat dalam Injil Matius dan Lukas mengandung kesan negatif dimana Yesus dicela lantaran bersahabat dengan para pemungut cukai dan orang-orang ‘berdosa’. Sedangkan dalam Injil Yohanes persahabatan merujuk pada keintiman relasi antar subjek. Hal itu misalnya dinyatakan Yesus pada waktu kematian Lazarus dimana Ia bersedih dan menangis bersama Maria dan Marta yang kehilangan saudara mereka.

Lebih lanjut dikatakan bahwa puncak dari nilai persahabatan adalah pengorbanan jiwa atau salib.  Dan, kesediaan memikul salib itu telah dicontohkan oleh para pendeta emeritus sepanjang hidup melalui buah-buah pelayanan di GMIT.

“Tujuh puluh delapan pendeta emeritus yang hadir pada perayaan Natal hari ini adalah contoh ranting yang setia pada Pokok Anggur yang memberi diri bekerja dengan setia dan tulus serta terus berbuah,” kata Pdt. Ira.

Berefleksi dari tema persahabatan tersebut, Sekretaris Pendeta Emeritus GMIT, Pdt. Jack Karmany mengatakan bahwa kendati telah berhenti dari tugas pelayanan organik namun mewakili seluruh pendeta emeritus mereka siap melaksanakan pelayanan bila dibutuhkan.

“Kami para emeritus punya prisip, haram hukumnya minta pelayanan, tetapi kami siap 24 jam kalau jemaat minta bantu pelayanan,” kata mantan Sekretaris Majelis Sinode periode 2003-2007.

Mengingat pengalaman, semangat dan kecintaan para pendeta emeritus pada GMIT, Wakil Ketua MS-GMIT, Pdt. Gayus Pollin dalam suara gembala mengatakan bahwa Majelis Sinode sedang memikirkan bentuk pelayanan yang lebih strategis agar para emeritus yang jumlahnya sekitar 300 orang saat ini dapat terus berkontribusi bagi pelayanan gereja di lingkup jemaat, klasis dan sinode.

Usai kebaktian yang berlangsung pada Selasa, (14/1), para emeritus yang hadir termasuk para janda atau duda emeritus mendapat pelayanan diakonia berupa bingkisan natal. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *