Ketua MaJelis Sinode GMIT Kunjungi Gubernur NTB

MATARAM, www.sinodegmit.or.id, Hari ini, Kamis, (6/2-2020), Ketua Majelis Sinode GMIT Pdt. Dr. Mery Kolimon didampingi Ketua Majelis Klasis Sumbawa Pdt. Leo Taku Bessi, Pdt. Melgiani Suki Pembimas Kristen Protestan, Antonius Loppies, dan Kepala Bagian Keagamaan, Haji Abdul Aziz Fahmi, S.Ag, bertemu Gubernur NTB. Mereka diterima Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat, Ahmad Mashury, SH.

Dalam kunjungan tersebut didiskusikan beberapa hal penting diantaranya; proses pengurusan tanah-tanah gereja, area pemakaman Kristen di NTB, dan akses guru pendidikan Agama Kristen di sekolah-sekolah di wilayah NTB khususnya Sumbawa. Dalam silaturahmi itu Ketua MS-GMIT menegaskan komitmen gereja sebagai mitra pemerintah untuk mendukung pembangunan masyarakat. Sebaliknya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) juga mengapresiasi kunjungan ini sebagai upaya baik untuk bersama-sama membangun NTB.

Terkait berbagai tantangan yang dihadapi GMIT tersebut, Pemprov NTB menyatakan kesediaan untuk mencarikan solusinya dengan pihak-pihak terkait.

Pdt. Mery juga menjelaskan mengenai gerakan tanam air sebagai salah satu gerakan gereja menghadapi kekeringan yang dihadapi di NTT.

“Kami berharap Pemprov NTB juga bahu membahu dengan gereja mengatasi persoalan kekeringan dan dampaknya ini bersama-sama, sebab hal ini tidak saja menyangkut umat Kristen tetapi juga semua anak bangsa di provinsi ini,” ungkap Pdt. Mery.

Selain itu didiskusikan juga isu buruh migran dan perdagangan orang. Sebagaimana di NTT, Pemprov NTB sedang berupaya menanggulangi persoalan pekerja migran yang populer dengan istilah “Jamal” (Janda Malaysia) yakni maraknya perceraian akibat penelantaran oleh pekerja migran terhadap keluarga.

Kunjungan diakhiri dengan penyerahan cinderamata dan titip salam bagi gubernur NTB, Zulkieflymansyah, yang tidak hadir karena tugas lain.

Pdt Mery berada di NTB dalam beberapa agenda, yaitu menghadiri sidang MPL PGI, (3-6/2), kunjungan silaturahmi di Pemprov NTB dan menghadiri kebaktian serah terima jabatan KMK Pulau Sumbawa pada 9 Februari 2020. *** (Pdt. Leo Taku Bessi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *