Persidangan Majelis Sinode GMIT ke-45

KUPANG, www.sinodegmit.or.id, Mengawali periode pelayanan 2020-2023, Majelis Sinode (MS) GMIT menggelar Persidangan ke-45. Kebaktian pembukaaan dilaksanakan pada Minggu, (16/2) pukul 08.00 wita di Jemaat GMIT Ebenhaezer Tarus Barat.

Pdt. Emr. Selfina Meza-Tauk yang memimpin khotbah pada kebaktian tersebut mengingatkan pada pimpinan gereja baik di lingkup jemaat, klasis dan sinode agar sungguh-sungguh memberi diri dipimpin oleh Roh Tuhan. Salah satu indikator dipimpin oleh Roh Tuhan menurut Pdt. Be’a (sapaan akrab Pdt. Emr. Selfina Meza-Tauk) adalah komitmen untuk taat atau tidak melanggar tata gereja.

Penegasan ini merujuk pada tema periodik, “Roh Tuhan Menjadikan dan Membaharui Segenap Ciptaan” dan sub tema tahunan “Roh Tuhan Berkuasa atas Gereja, Masyarakat dan Semesta”, (band. I Sam 16:13 dan Lukas 4:18-19).

“Jangan anggap remeh tema ini … Kalau mau GMIT jadi baik, berilah tempat bagi Roh Tuhan bekerja dalam hidupmu wahai para pemimpin gereja di lingkup Jemaat, Klasis dan Sinode,” tegasnya.

Sementara itu dalam suara gembala, Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Dr. Mery Kolimon meminta para pendeta khususnya para Ketua Majelis Klasis agar sungguh-sungguh memberi perhatian pada pelaksanaan amanat Haluan Kebijaksanaan Umum Pelayanan (HKUP) 2020-2023 yang telah ditetapkan pada Persidangan Sinode GMIT ke-34 pada bulan Oktober 2019.

“Tahun pertama dari setiap periode menentukan tahun-tahun berikutnya. Kita berdoa kiranya Tuhan memberi hikmatNya agar kita dapat mengupayakan pelayanan yang berdampak pada peningkatan kualitas persekutuan, kesaksian, ibadah, pelayanan kasih dan penatalayananan.”

Sehubungan dengan perayaan HUT Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) ke-70 pada Mei mendatang, Ketua MS-GMIT juga menghimbau jemaat-jemaat GMIT memperkuat relasi oikumenes dengan denominasi-denominasi Kristen di wilayah pelayanan GMIT.

Pada kebaktian ini juga berlangsung perhadapan tiga orang Ketua Majelis Klasis yakni Pdt. Jois Tulle (KMK Semau), Pdt. Semuel Pandie (KMK Kota Kupang Timur) dan Pdt. Gustav Amekan (KMK Kupang Tengah).

Usai kebaktian pembukaan dilanjutkan dengan panel diskusi tema dan sub tema menghadirkan Pdt. Dr. Isakh Hendrik, Pdt. Eritrika Nullik dan perwakilan dari Bapeda Provinsi NTT.

Persidangan ini berlangsung hingga Kamis, 20 Pebruari bertempat di Jemaat GMIT Benyamin Oebufu. Hadir pula dalam kebaktian pembukaan ini Bupati Kupang, Korinus Masneno, Kepala Bimas Kristen Kanwil Kemenag Provinsi NTT, Drs. Jorhans Lopis, dan Ketua DPRD NTT, Ir. Emy Nomleni.  ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *