Cegah Covid 19, Majelis Sinode GMIT Minta Aktifitas Ibadah Dilakukan di Rumah

KUPANG, www.sinodegmit.or.id, Guna memutus mata rantai penularan virus Corona, Majelis Sinode GMIT menghimbau seluruh jemaat GMIT agar aktifitas ibadah dilakukan di rumah masing-masing. Himbauan ini berlaku mulai tanggal 20 Maret sampai 31 Maret 2020. Penetapan rentang waktu tersebut bersifat tentatif dan akan ditinjau sesuai perkembangan situasi.

“Mempertimbangkan hasil diskusi dengan sejumlah pihak yang berkompeten terkait pandemi virus Corona Majelis Sinode GMIT memutuskan kebaktian minggu maupun ibadah rumah tangga mulai tanggal 20 Maret sampai 31 Maret 2020, kami minta berlangsung di rumah masing-masing,” jelas Ketua MS-GMIT Pdt. Dr. Mery Kolimon.

Untuk kelancaran kebaktian minggu di rumah-rumah jemaat, Majelis Sinode GMIT telah menyiapkan liturgi dan khotbah. Jam kebaktian minggu dilaksanakan secara serentak ditandai dengan bunyi lonceng gereja. (liturgi dan khotbah dapat diakses di link ini: http://sinodegmit.or.id/sesal-kemudian-tiada-berguna-khotbah-minggu-sengsara-v/ dan http://sinodegmit.or.id/liturgi-minggu-sengsara/)

Sementara bagi jemaat-jemaat yang masih menyelenggarakan kebaktian minggu maupun ibadah rumah tangga diwajibkan mengikuti protokol pemerintah tentang social distancing (jarak sosial). (buka link protokol pemerintah di sini:http://ksp.go.id/wp-content/uploads/2020/03/Protokol-Kesehatan-COVID-19.pdf,http://ksp.go.id/wp-content/uploads/2020/03/Protokol-Area-dan-Transportasi-Publik-COVID-19.pdf,http://ksp.go.id/wp-content/uploads/2020/03/Protokol-Area-Institusi-Pendidikan-COVID-19.pdf )

Sebagai komunitas beriman Majelis Sinode GMIT meminta setiap keluarga untuk melakukan doa serentak setiap jam 9 malam di rumah masing-masing.

“Kita berdoa dan memohon kepada Allah yang di dalam Yesus Kristus PuteraNya telah memenangkan kuasa sakit penyakit, maut, dan kehancuran. Dalam iman, kita percaya wabah ini akan berlalu dan kita dikapai Tuhan untuk turut memutuskan rantai penularannya melalui hidup yang sehat. Untuk itu, kami berharap agar jemaat tidak hilang pengharapan dan tetap optimis,” demikian pernyataan Ketua MS-GMIT Pdt. Dr. Mery Kolimon. ***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *