Pesan Paskah Ketua Majelis Sinode GMIT: Stop Stigmatisasi Korban Covid-19

Suasana kebaktian Paskah Online dipimpin Pdt. Dr. Mery Kolimon, Minggu, (12/4).

KUPANG, www.sinodegmit.or.id, Memimpin kebaktian Paskah online pada Minggu, (12/4), Pdt. Dr. Mery Kolimon, menghimbau umat Kristen agar berhenti dari sikap saling menghakimi di media sosial pasca diumumkannya pasien covid-19 pertama di NTT.

“Berhentilah saling menghakimi dan saling menghujat. Mari saling berbagi energi positif agar kita semua kuat dalam menghadapi pandemi ini. Mari berdoa sungguh-sungguh meminta Allah pengharapan agar situasi ini bisa berubah,” pesan Pdt. Mery dalam khotbahnya yang disiarkan dari Jemaat GMIT BTN Kolhua.

Sebagaimana diketahui, pasca pengumuman pasien covid pertama di NTT oleh otoritas pemerintah pusat dan daerah maupun secara pribadi oleh pasien korban covid, telah memicu silang pendapat publik.

Dukungan dan hujatan kepada korban di media sosial menimbulkan dampak psikologi sosial yang meluas. Karena itu, selaku Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Mery mengajak umat Kristen untuk memaknai kebangkitan Yesus Kristus sebagai titik tolak untuk membangun harapan dan bukan hujatan.

“Di Kota Kupang, sejak tiga hari lalu ketika ada berita salah satu saudara kita terpapar virus ini, kita merasa cemas. … Media sosial cukup gaduh. … Dalam kesedihan dan kecemasan ini, kita disapa oleh berita Paskah yang menjadi pusat iman kita: Kristus telah bangkit, Ia telah mengalahkan kematian! Dalam konteks hari ini, kita bisa tegaskan bersama: Badai ini akan berlalu. Pandemi ini tidak akan berlangsung selama-lamanya. Kekuatan virus tak lebih besar dari kasih dan kuasa kebangkitan Kristus,” ungkap Pdt. Mery.

Mewujudkan komitmen bersama melawan wabah virus corona, selaku salah satu pimpinan denomiasi Kristen terbesar di NTT, ia meminta seluruh warga gereja saling mendukung dan mematuhi protokol pemerintah.

“Iman Paskah adalah iman yang percaya pada karya keselamatan Kristus dan memberi diri ada bersama dalam karya keselamatan itu. Jangan membiarkan virus menular melalui kita. Tinggal di dalam rumah dan berdoalah. Mari bahu membahu mengalahkan kuasa kematian. Dukung mereka yang terpapar secara psikis. Beri support kepada para medis. Mari bersatu padu menjadi kekuatan yang saling menghidupkan.”

Sebagai pimpinan GMIT, ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jemaat-jemaat GMIT yang telah menunjukan solidaritas kepada sesama yang terdampak covid-19 melalui beragam bantuan diakonia. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *