MS GMIT Perhadapkan Panitia Persidangan Sinode GMIT ke-35 di Sabu-Raijua

Sabu, www.sinodegmit.or.id, Jauh hari menuju Persidangan Sinode GMIT ke-35 di Sabu-Raijua tahun 2023, Majelis Sinode (MS) GMIT mengangkat dan memperhadapkan Panitia Persidangan.Kebaktian perhadapan panitia dilaksanakan di Jemaat Efata Nada, Klasis Sabu Timur Minggu, (11/10).

Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Sabu Raijua, Ferdy Kapitan, menyambut gembira keputusan Sinode GMIT yang memilih dan menetapkan kabupaten Sabu Raijua sebagai tuan dan nyonya rumah persidangan gerejawi empat tahunun tersebut.

“Penetapan Sabu-Raijua sebagai tuan rumah bukan sebuah kebetulan melainkan kami maknai sebagai sebuah panggilan iman untuk kita melakukan kebaikan. Terima kasih kepada Majelis Sinode GMIT yang memberi kepercayaan ini kepada kami,” ungkap Ferdi dalam sambutannya pada acara perhadapan dimaksud.

Ia mengajak semua elemen masyarakat, pemerintah dan gereja untuk bekerja sama mempersiapkan kebutuhan untuk suksesnya persidangan.

Sementara itu Ketua MS GMIT, Pdt. Dr. Mery Kolimon, melalui suara gembala mengatakan waktu persiapan panitia selama tiga tahun jelang persidangan dimaksudkan agar persidangan itu sungguh-sungguh dipersiapkan dengan baik.

“Jangan pikir tiga tahun itu masih lama. Sebab waktu berlari sangat cepat. Dan kita mesti mengisi waktu sebaik mungkin. Konsolidasi, koordinasi, komunikasi perlu dengan cepat dan tepat dilakukan,” ujar Pdt. Mery.

Kepada panitia dan para pendeta di Sabu-Raijua, Ketua MS GMIT meminta disiapkan kegiatan-kegiatan kreatif dan edukatif yang menumbuhkan kesaksian tentang citra hidup kekristenan di Sabu-Raijua.

“Sidang harus dikemas dengan apik untuk ikut merefleksikan citra hidup kekristenan di Sabu, dengan segala dinamikanya. Baik acara pembukaan dan penutupan, tata ibadah, studi-studi tematis, expo, rekreasi, perlu dikemas untuk menjadi kesaksian bagaimana orang Kristen di Sabu menghidupi imannya dalam konteksnya yang khas.  Menuju ke Sidang Sinode ke-35 saya mengajak kawan pendeta di Sabu menggiatkan refleksi-refleksi teologis dalam bentuk nyanyian rohani lokal, tata ibadah, dan bentuk kesenian lokal lainnya yang didialogkan dengan berita Injil Yesus Kristus. Juga bentuk-bentuk bakti dan kecerdasan sosial dan ekologis yang sedang dikerjakan oleh berbagai elemen masyarakat di sini perlu diidentifikasi agar menjadi wahana belajar bagi semua peserta sidang yang datang ke Sabu.”

Hal lain yang tidak kalah penting dalam persiapan persidangan itu, kata Pdt. Mery, adalah melibatkan orang muda dan anak-anak dalam rangka menumbuhkembangkan rasa cinta pada pelayanan gereja sekaligus mendayagunakan keterampilan dalam bidang teknologi yang umumnya dikuasai oleh kaum muda.

Ketua MS GMIT menyampaikan terima kasih kepada Pemda, pendeta, presbiter dan seluruh jemaat GMIT di Sabu Raijua, khususnya Bapak Ori Djami beserta keluarga besar yang menyerahkan sebidang tanah untuk pembangunan gedung persidangan.

Panitia inti terdiri atas:

Ketua Umum                  :    Septianus M. Bule Logo, Sh., M.Hum

Ketua Harian                  :    Ir. Charles F.Y. Meyok

Wakil Ketua I                  :    Pdt. Daniel Hendrik, S.Th., M.Si (Usaha Dana, Akomodasi, Transportasi)

Wakil Ketua II               :    Pdt. John Li Dali, S.T (Acara, Persidangan, Sekretariat)

Wakil Ketua III             :    Pdt. Origenes Kore Uly, S.Th (Pelayanan Tamu, Keamanan, Perlengkapan. Parkir)

Wakil Ketua IV             :    Ir. Mansi R. Kore (Humas, Publikasi, Dokumentasi, Dan Kesehatan)

Wakil Ketua V              :    Pdt. Mathelda Y. Djawa Gigi, S.Th (Ibadah, Konsumsi, Penjemputan/Pelepasan)

Wakil Ketua VI             :    Yus Radja Tadu (Pencahayaan/Sound-Sistem, Dekorasi, Kebersihan, Pameran/Expo)

Sekretaris Umum        :    Martinus Keretana, S.Pd

Sekretaris I                   :   Pdt. Yosua Taneo Adu

Sekretaris II                  :   Hermanus Kana Lomi, S.Km

Bendahara Umum       :    Anni Manu Lado

Bendahara I                  :   Brian Logo

Bendahara II                :    Amelia Rohi Riwu, S. Keb.

Panitia inti dilengkapi 18 seksi ditambah panitia perwakilan Kupang dengan total anggota sebanyak 503 orang.

Kebaktian Perhadapan dipimpin Pdt. Daniel Manu. Sehari sebelum kebaktian perhadapan, seluruh anggota panitia mengikuti ibadah penggembalaan dipimpin Pdt. Mery Kolimon. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *