Mengaku Tidak Taat Prokes, Pendeta Agabus Reinnati Terinfeksi Covid-19

Pdt. Agabus Reinnati bersama istri dan anak

KUPANG, www.sinodegmit.or.id, Ibarat kisah Tomas, murid Yesus, si peragu, masih ada saja orang yang sangsi dan enggan menjalankan Protokol Kesehatan (Prokes,) kendati Covid-19 sungguh nyata. Pendeta Agabus Reinnati salah satunya. Akibatnya, Ketua Majelis Jemaat GMIT Bethesda Kairane, Klasis Kupang Timur ini terinfeksi Covid-19.

“Waktu terinfeksi Covid, beta akui bahwa ini teguran Tuhan karena selama ini beta sonde serius taat protokol kesehatan. Beta tukang melawan. Di gereja beta jarang pakai masker. Kunjungi jemaat pun musti jabat tangan dengan tuan rumah. Jadi beta akui, beta salah. Beta talalu melawan Tuhan andia ko Tuhan togor,” ujar Pdt. Agabus dalam dialek Kupang.

Suami dari Maya Tameno ini merasakan gejala Covid pada 15 Januari 2021 yang lalu. Ia menduga terpapar pada waktu peristiwa kedukaan di keluarga mereka beberapa hari sebelumnya.

“Waktu pemakaman beta pakai masker tapi yang datang melayat banyak orang, jadi kami ba cium.  Kotong di kampung ini, kalau keluarga dong datang katumu, ko dong su cium, sonde mungkin kotong tolak. Namanya kotong yang berduka jadi kotong tarima sa,” jelasnya.

Minggu, 17 Januari saat memimpin kebaktian, Pdt. Agabus mulai merasakan demam. Lantas seusai kebaktian, ia berupaya melawan demam dengan pergi membersihkan kebun. Akan tetapi, demamnya tidak kunjung turun. Malamnya, ia kehilangan penciuman.

“Beta mulai curiga waktu sonde bisa cium aroma balsem. Beta ingat cerita Pendeta Yulius Mau Wadu, yang punya gejala yang sama. Jadi beta yakin ini pasti Corona. Pake minyak kayu putih dengan Fresh Care bahkan semprot ke dalam hidung pun juga sonde tercium apa-apa. Beta hanya rasa obat pung dingin dan pedis sa. Jadi, beta bilang sama istri, besok hari Senin, kita ke Puskesmas Oesao untuk periksa.”

Setelah menyampaikan gejala yang dialaminya kepada petugas di Puskesmas, kebetulan, pada Senin 18 Januari itu, sedang dilakukan test swab untuk pejabat-pejabat kabupaten Kupang di Puskesmas setempat. Ia pun disarankan ikut test swab tersebut.

“Jadi beta ikut daftar swab dan dapat nomor antrian 18. Abis tes, kotong dua orang yang kena. Positif. Dua garis muncul. Lalu petugas saran untuk beta isolasi di Rumah Sakit. Aduh… beta mulai takut jadi beta sonde mau. Beta minta isolasi mandiri di Pastori saja. Jadi, dari Gugus Tugas langsung antar beta pulang ke Kairane sedangkan istri dan anak pindah sementara di rumah keluarga di Oesao.”

Ayah dari Shalita Gresica ini mengaku mendapat banyak dukungan dari keluarga, warga jemaat, teman-teman pendeta dan juga petugas kesehatan selama menjalani isolasi mandiri.

“Jemaat dan keluarga antar sayur, buah-buahan, vitamin, obat, pokoknya makanan yang enak-enak. Tapi, karena kehilangan rasa dan penciuman, itu makanan dong beta rasa seperti kunyah kayu.”

Puji Tuhan, setelah melewati 14 hari isolasi mandiri, Jumat, 29 Januari 2021, kondisi kesehatan Pdt. Agabus membaik. Semua gejala Covid-19 yang pernah diderita termasuk penciumannya sudah kembali normal.

Peristiwa terinfeksinya pendeta, juga menjadi pelajaran berharga bagi jemaat Bethesda Kairane. Bila sebelumnya warga enggan mematuhi Prokes, dengan melihat langsung pendeta mereka terinfeksi, mereka mulai sadar dan bertobat.

“Dengan ini peristiwa, beta lihat jemaat sudah mulai bertobat. Dong ikut jalan depan rumah ju pake masker. Dulu sonde. Beta sudah kasitau Wakil Ketua Majelis Jemaat supaya jangan jabat tangan lai, jangan kumpul-kumpul, dan air cuci tangan selalu ada di depan rumah semua jemaat supaya orang keluar masuk rumah harus cuci tangan. Jadi semua su mulai bertobat karena selama ini kotong di sini talalu melawan. Cukup beta saja yang jadi orang pertama kena covid 19 di desa Kairane.”

Menutup wawancara ini, Pdt. Agabus menyampaikan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada semua pihak yang mendukungnya dan juga komitmennya untuk menjadi berkat bagi sesama melalui donor plasma darah. ***

Les lentilles ne doivent pas éclater et rester légèrement19fermes. Égouttez-les et laissez-les refroidir dans un saladier. www.cialispascherfr24.com Salez et Assaisonnement : poivrez.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *