Tim Trauma Healing UKM Bandung Kembalikan Kegembiraan Anak-Anak Korban Bencana

KUPANG, www.sinodegmit.or.id, Alin Leti, anak berusia 10 tahun yang sudah duduk di kelas IV sangat gembira. Dia berjuang untuk bisa bertatap muka langsung dengan Ibu Trisa Genia. Ia ingin secara spesial memperlihatkan gambar yang sudah diwarnai. Dia ingin Ibu Trisa mengomentari hasil kerjanya mewarnai gambar. Dia berhasil. Ibu memberi pujian. Wajahnya sumringah. Ibu Trisa pun mengajaknya tos dengan telapak tangan terbuka.

Lain lagi dengan Wanda.  Umurnya 7 tahun. Badannya relatif bongsor. Memakai baju terusan warna putih kusam. Dia lebih aktif. Memegang gambar yang sudah dia warnai, tidak ikut antri. Wanda menerobos menyodorkan gambarnya ke Ibu Trisa. Ibu Tris akhirnya melayani, memuji pilihan warna Wanda yang cerah untuk gambar gajah, monyet dan jerapah. Dia pun mengadu tos dengan Ibu Trisa. 

Wanda kemudian agak menjauh dari Ibu Trisa.  Tidak lama dia kembali lagi mengantri hingga mendapat giliran. Ibu Trisa menyadari Wanda sudah dikomentari hasil karyanya. Ibu Trisa menyapanya, tersenyum dan tetap memuji karya Wanda. 

Anak-anak yang belum selesai, tampak tidak sabar dan buru-buru ingin segera menunjukkan hasil karyanya. Ada gambar yang belum semua diwarnai. Mereka tetap berlomba untuk mendapatkan pujian. Banyak anak mengerumuni Ibu Trisa. Akhirnya Ibu Yulita datang membantu melihat hasil karya anak-anak. Semua mendapat pujian. Satu dua anak diajak dialog dulu tentang pilihan warna tertentu.

Anak-anak tampak puas mendapat pujian Ibu Tris dan Ibu Yulita. Mereka kembali menceritakan kepada ibu atau kakak yang mengantarnya. Anak-anak saling membanggakan hasil karyanya mewarnai gambar. Semua gambar hasil mewarnai dibawa pulang dan pensil warna yang mereka pakai akhirnya diberikan untuk dibawa pulang. “Horeeee…beta dapat pinsil warna. Pulang beta mau kasih warna lagi,” pekik seorang anak laki-laki. “Beta juga…!!!” Sambung anak-anak lainnya. Semua larut dalam kegembiraan.

Sebelum kegiatan mewarnai gambar, Tim Trauma Healing dari Universitas Kristen Marantha (UKM) Bandung awali membangun keakraban dengan anak-anak. Tim mengajak anak-anak bernyanyi dan bermain. Dilanjutkan dengan bercerita dan bermain. Anak-anak yang semula masih malu-malu, berhasil digugah oleh Tim.

Kehadiran Tim Trauma Healing UMK Bandung membuat anak-anak dan orang yang mengantar anak-anaknya menemukan kembali suasana bermanusiawi melewati kengerian bencana banjir bandang Badai Siklon Seroja, yang menyapu rumah, harta milik, tanaman dan ternak mereka. 

Dengan modal sebuah terpal plastik warna biru berukuran sekitar 6×8 meter digelar di tanah menjadi arena anak-anak bermain. Terpal digelar di tanah kosong di antara rumah Mama Anggela Ma’uk dan Bapa Jacob Pian. Area seputar tenda teduh. Pepohonan yang masih kokoh dari terpaan Siklon Seroja memberi perlindungan dari terpaan langsung sinar matahari. 

Lokasi itu di Dusun 4 Felakdale, Desa Pukdale, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang. Anak-anak ini dari jemaat GMIT Kasih Karunia Oesao. Mereka antusias menyambut Tim Trauma Healing dari UKM Bandung.

Pendeta Esma Napoe dari Seksi Trauma Healing Posko MS GMIT TBSS, menjelaskan Tim Trauma Healing UKM Bandung menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dengan Majelis Sinode (MS) GMIT. 

Tim membantu pendampingan psikologi lewat Posko MS GMIT Tanggap Bencana Siklon Seroja (TBSS), sejak 27 April dan berakhir 1 Mei 2021. Tim dipimpin Dekan Fakultas Psikologi UKM Bandung, Dr. Yuspendi, MPsi., M.Pd.

Tim terbagi dua melakukan pendampingan psikologi dalam dua tim di Kabupaten Kupang dan Malaka. Masing-masing tim beranggotakan empat orang psikolog. Pendampingan psikologi di beberapa lokasi, baik di Kabupaten Kupang, maupun di Malaka.

Untuk Kabupaten Kupang tim terdiri dari Psikolog Dr. Yuspendi, MPsi., M.Pd, dan tiga Psikolog lainnya, yakni, Meta Dwiyanthy, M.Psi., Trisa Genia C.Z., M.Psi, dan Yulita Anggelia S.Psi. Tim ini dibantu Rita Riwu, teman dari Kupang, seorang Magister dalam bidang Apoteker yang juga trampil dibidang akupuntur.

Untuk Kabupaten Malaka didampingi Pdt. Esma Napoe, bersama Psikolog Ibu Ni Luh Ayu Vivekananda., M.Psi., dan Psikolog Ibu Jeans Esparanci, M.Psi. Juga Dr. Tery Setiawan, B.A., S.Psi., M.Si dan I Ketut Vairagya Nanda.

Semua tim bergerak bersama pada Rabu, 28 April 2021. Tim Kabupaten Kupang mengawali pendampingan dari Jemaat GMIT Kasih Karunia Oesao di Dusun Felakdale, dan pelatihan orang dewasa di gedung Gereja Kasih Karunia Oesao. Hari berikut di Jemaat GMIT Mizpa di Tetebudale. Dua lokasi ini di Klasis Kupang Timur. Kemudian ke Klasis Amarasi Barat dipusatkan di Jemaat Maranatha Baun, dan terakhir di Jemaat Getsemani Babau, Klasis Kupang Timur.

Sedangkan pendampingan di Malaka di GMIT Jemaat Sion Kaku’un, Jemaat Betun dan Jemaat Makwar. (pb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *