Kewalahan Pipil Ribuan Ikat Jagung, Fakultas Pertanian UKAW Bantu Relawan Posko Bencana GMIT

KUPANG, www.sinodegmit.or.id, Pekerjaan memipil ribuan ikat jagung yang menguras waktu dan tenaga teratasi setelah sejumlah mahasiswa dan dosen dari Fakultas Pertanian UKAW-Kupang mendatangkan satu unit mesin pemipil jagung di Posko Tim Tanggap bencana Siklon Seroja Majelis Sinode GMIT.

Sebelumnya, para relawan mengaku kewalahan memipil ribuan ikat jagung yang merupakan bantuan dari jemaat-jemaat desa di Timor Tengah Selatan (TTS) dan Amarasi untuk korban bencana Seroja.

“Pengalaman kami mengupas secara manual dengan tangan, rata-rata satu orang menghasilkan 3 kilogram jagung pipilan per jam. Risikonya jari-jari tangan bisa luka,” kata Andar Ballo, Jumat, (4/6-2021).

Padahal, menurut Marthen Makaborang, M.Sc, mesin pemipil jagung berkapasitas 3,5 PK yang mereka rakit sendiri ini, menghasilkan satu ton per jam.

Selain dukungan mesin pemipil, Dekan Fakultas Pertanian, Fredrik Haba Bunga, MP., yang didampingi rekan-rekan dosen antara lain; Dr. Nikodemus Nainiti, Arlindo Kette, M.Si., Jimi Dethan, MP., dan Marthen Makaborang, M.Sc., ikut turun tangan bersama 11 mahasiswa Prodi Mekanisasi Pertanian yang sedang menjalani masa Praktik Kerja Lapangan (PKL) gotong-royong memisahkan klobot (daun pembungkus tongkol) jagung sebelum dimasukan ke dalam mesin pemipil.

Fredrik Haba Bunga mengatakan pihaknya berterima kasih atas kesempatan terlibat dalam pelayanan Posko Bencana Sinode GMIT.

Sebagai wujud pengabdian masyararakat, ia mengatakan pihaknya sangat terbuka memberi bantuan bagi jemaat-jemaat yang membutuhkan pendampingan di bidang teknologi pertanian.

Terkait bentuk-bentuk pengabdian masyarakat ini, Arlindo Kette, menjelaskan bahwa Program Studi Mekanisasi Pertanian, Fakultas Pertanian UKAW telah menghasilkan sejumlah produk hasil penelitian yang bisa diaplikasikan oleh jemaat seperti budidaya ubi ungu dan turunan produk olahannya seperti kripik, ice cream, kue, dll., produk minuman fermentasi dari buah-buahan untuk kebutuhan anggur perjamuan kudus, pembuatan hand sanitizer, peralatan teknologi pertanian, dan sebagainya.

Ia berharap GMIT dan GKS sebagai pendiri UKAW memperkuat kerja sama sehingga hasil-hasil penelitian di kampus tidak berhenti pada karya-karya jurnal ilmiah tetapi juga bermanfaat untuk pemberdayaan dan peningkatan ekonomi jemaat.

Atas bantuan tenaga dan peralatan mesin pemipil jagung tersebut, Wakil Ketua Tim Tanggap Bencana Siklon Seroja MS GMIT, Pdt. Paoina Bara Pa, menyampaikan terima kasih yang tulus. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *