Pdt. Emr. Drs. Heinrich Fanggidae, M.Si., Tutup Usia

Foto: Ibadah Penguburan Pdt. Drs. Heinrich R. Fanggidae, Sabtu, (14/8-2021)

KUPANG, www.sinodegmit.or.id, Pdt. Rio adalah teman kuliahku di Program Pascasarjana Sosiologi Agama, UKSW (Salatiga), dan termasuk salah satu teman yang dekat. Ia pribadi yang sangat sederhana, baik hati, dan humoris karena itu kami biasa “gojegan” cengengesan saling ledek bahkan urusan keagamaan sekalipun yang dianggap fundamental tanpa ada yang tersinggung sedikitpun.

Kesanku, ia bukan sosok pendeta yang “ja-im” apalagi dengan jemaatnya atau “domba-domba Allah” lainnya. Ia adalah figur penggembala yang sangat merakyat, “grabyak-semanak” (suka serawung dan ngobrol dengan orang lain), dan “low profile”.

Demikian ungkapan hati Prof. Sumanto Al Qurtuby, pengajar di Universitas King Fahd Saudi Arabia di akun Facebooknya tertanggal 12 Agustus 2021, untuk mengenang sahabatnya Pdt. Rio, (sapaan akrab mendiang) yang tutup usia karena sakit pada hari tersebut dalam usia 60 tahun.

Heindrich Ridwan Fanggidae, lahir di Kupang pada 6 Januari 1961. Putra sulung dari pasangan Yacob Fanggidae dan Paulina Enoe ini, menamatkan pendidikan sarjana muda di STT Kupang dan sarjana sekaligus pascasarjana dari Universitas Satya Wacana-Salatiga.

Pdt. Rio menikah dengan Herma Cahyanti Witjahjo dan dikaruniai dua anak yakni; Chikita Manuelle Evanggelica Fanggidae dan Thirza Gracia Christovanie Fanggidae.

Ia ditahbiskan menjadi pendeta GMIT pada tahun 1985 dan memulai pelayanan perdananya di Jemaat Wilayah Diu, Klasis Pantai Baru-Rote.

Jemaat-jemaat yang pernah ia layani sepanjang masa pelayanannya antara lain: Jemaat Baitani Sumbawa-NTB (1993), Jemaat Syalom Dompu-NTB (1999), Jemaat Kota Baru-Kupang (2003), Jemaat Ebenhaezer Oeba (2009), dan terakhir di Jemaat Betlehem Oesapa Barat (2016).

Selain menjabat Ketua Majelis Jemaat pada beberapa jemaat tersebut, mendiang pernah menjabat Ketua Badan Pekerja Klasis Sumbawa antar waktu pada periode pelayanan 1991-1995.

Pemerintah Kota Kupang, yang diwakili Kepala Kesbangpol, Noce Nus Loa, mengapresiasi peran Pdt. Rio dalam membangun kerukunan dan toleransi antar umat beragama, sebagai Ketua FKUB Kota Kupang sejak 2015 hingga akhir hayatnya. Buah dari pelayanannya, kata Noce, mengantar Kota Kupang meraih peringkat ke-5 kota dengan toleran terbaik di Indonesia tahun 2020.

Kebaktian penguburan berlangsung di Jemaat Betlehem Oesapa Barat, pada Kamis, 15 Agustus 2021, dipimpin Pdt. Boy Takoy.

Wakil Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Gayus Pollin, dalam suara gembala menyampaikan terima kasih kepada keluarga yang telah mempersembahkan Pdt. Drs. Heinrich Ridwan Fanggidae, M.Si., untuk melayani di GMIT selama 36 tahun. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *