Persidangan ke-48: MS GMIT Apresiasi Kinerja Pelayanan Lingkup Jemaat, Klasis dan Sinode

KUPANG, www.sinodegmit.or.id,  Kendati panca pelayanan GMIT terganggu oleh pandemi Covid-19 dan Siklon Seroja, Majelis Sinode (MS) GMIT menilai kemampuan adaptasi pelayanan di lingkup Jemaat, Klasis dan Sinode menghadapi kedua bencana itu menggembirakan.

Apresiasi itu disampaikan Ketua MS GMIT, Pdt. Mery Kolimon dalam Persidangan ke-48 MS GMIT yang berlangsung pada Selasa dan Rabu, 14-15 September 2021.

“Kami terharu dengan kinerja BPP dan UPP di kantor sinode, ada program-program PPT yang harus dilaksanakan ditambah lagi dengan tanggap Covid-19 dan Tanggap Siklon Seroja tetapi semua dikerjakan dengan sungguh-sungguh untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Karena itu, terimalah rasa hormat kami kepada para Ketua Majelis Klasis, BPP dan UPP dan para karyawan non pendeta di kantor sinode,” kata Pdt. Mery.

Agenda persidangan ini secara khusus membahas tiga hal yakni:

  1. Mendengar dan menanggapi laporan Panitia Persidangan Sinode GMIT ke-35 di Sabu. 
  2. Mendengar dan menanggapi laporan Tim Tanggap Bencana Siklon Seroja MS GMIT. 
  3. Mendengar dan membahas laporan terkait APBMS, khususnya terkait pembayaran Gaji Pokok 13. 

Untuk agenda pertama, persidangan ini menyatakan bahwa semua lingkup pelayanan GMIT baik Jemaat, Klasis dan Sinode berkomitmen mendukung panitia Persidangan Sinode ke-35 di Sabu.  

Selanjutnya mengenai agenda kedua yaitu kinerja Tim MS GMIT Tanggap Siklon Seroja, disampaikan bahwa tim ini telah melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dalam merespon situasi tanggap darurat maupun rehabilitasi dan rekonstruksi di 38 klasis terdampak bencana.

Tim juga melaporkan dukungan materi dan non materi dari berbagai pihak antara lain, gereja-gereja dan organisasi di dalam dan luar negeri, Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), individu, pemerintah dan MS GMIT.

Dukungan berupa materi terdiri dari barang dan uang. Jumlah uang yang terkumpul hingga Juni 2021 sebesar 3,5 Milyar Rupiah dengan realisasi sebesar 2,3 Milyar Rupiah. Jumlah saldo pada Juni senilai 1,1 Milyar. Dana sisa ini akan digunakan untuk program rehabilitasi dan rekonstruksi khususnya pembangunan gedung gereja dan rumah pastori contoh di Sabu-Raijua, Rote dan Kabupaten Kupang.

Sedangkan dukungan non materi berupa penguatan kapasitas melalui pelatihan-pelatihan kebencanaan seperti dukungan psikologi awal/trauma healing, manejemen bencana, pelatihan tukang, dll.

Mengingat program ini masih berlangsung maka persidangan ini memutuskan memperpanjang tugas Tim MS GMIT Tanggap Siklon Seroja hingga Desember 2021 dari sebelumnya April – Oktober 2021.     

Selanjutnya mengenai kondisi perbendaharaan di lingkup MS GMIT disimpulkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja (APB) 2021, dinilai stabil.

Bendahara MS GMIT, Pnt. Mariana Roesmono-Rohi Bire, saat membacakan laporan APB MS periode Januari-Juli 2021 mengatakan pandemi Covid-19 dan Siklon Seroja memang berdampak terhadap APB MS namun tidak signifikan.

“Sesuai data realisasi Pendapatan dan Belanja Rutin periode Januari-Juli 2021, disimpulkan bahwa kondisi keuangan rutin APB MS berjalan normal, dan bahkan ada pos pendapatan dan belanja APB MS yang mengalami kenaikan pendapatan, tetapi ada juga yang belum mencapai target. Hal ini masih dalam kategori normal,” jelas Pnt. Mariana.

Berdasarkan proyeksi pendapatan rutin pada Januari-Juli 2021 sebesar 64,36% atau diproyeksikan mencapai 97,09% pada Desember 2021 maka peluang pembayaran Gaji Pokok 13 Karyawan GMIT dapat direalisasikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain membahas 3 agenda tersebut, persidangan ini juga memutuskan sejumlah butir rekomendasi, antara lain; Satu, mendorong komitmen jemaat-jemaat terkait persembahan 2% pendidikan yang baru mencapai 1,3 Milyar (37,8%) dari target 3,6 Milyar.

Dua, berdasarkan survey cepat BP4S terkait dampak bencana terhadap pencapaian HKUP maka persidangan memberi ruang kepada Majelis Jemaat, Majelis Klasis dan Majelis Sinode untuk mempertimbangkan pengubahsuaian pelaksanaan HKUP pada aspek input dan proses.

Tiga, memberikan tugas kepada BPP Panitia Tetap Tata Gereja untuk mengkaji peluang external auditor khusus untuk dana yang berasal dari mitra yang mensyaratkannya.

Empat,persidangan menugaskan anggota MS GMIT berkoordinasi dengan Pemda Kabupaten Alor terkait rencana pembangunan sejumlah BTS (Base Transceiver Station) di lokasi tanah milik GMIT.

Persidangan yang digelar secara online ini dihadiri oleh Majelis Sinode, Ketua Majelis Klasis (KMK), Badan Pembantu Pelayanan (BPP) dan Unit Pembantu Pelayanan (UPP).

Wakil Ketua MS GMIT, Pdt. Gayus Pollin, saat menyampaikan suara gembala pada pembukaan persidangan ini menyampaikan terima kasih atas partisipasi peserta persidangan dan panitia khususnya Tim Multimedia Klasis Kota Kupang Timur yang memberi dukungan fasilitas zoom meeting.

Kebaktian pembukaan dan penutupan persidangan ini masing-masing dipimpin Pdt. Ariance Naitasi, M.Th. dan Pdt. Zimrat Karmany, M.Th. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *