8 Rumah di Malaipea Diterjang Banjir, 52 KK di Kanaikai-Alor Butuh Evakuasi

Banjir menerjang rumah warga RT 8 RW 4 di Malaipea-Alor, Rabu, (3/11)

Kupang, www.sinodegmit.or.id, 52 Kepala Keluarga di Kanaikai, klasis Alor Tengah Selatan, Kecamatan Alor Selatan, saat ini membutuhkan evakuasi karena luapan banjir akibat hujan lebat sejak jam 10.00 pagi hingga sekarang pukul 18.00 Wita.

Peristiwa ini disampaikan oleh Yafet Ranboki, vikaris dari Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) yang melayani di Pos Pelayanan Imanuel Kanaikai, Rabu, (3/11) pukul 17.30 Wita. Menurutnya 2 jembatan yang menghubungkan Kanaikai dan Malaipea juga putus sehingga akses warga tertutup. Hanya tersisa satu jembatan yang masih berfungsi.

“Kebutuhan sekarang adalah evakuasi warga karena hujan masih berlangsung dan permukiman warga rawan terdampak banjir dan longsor,” kata Yafet.

Upaya yang dilakukan saat ini kata Yafet, semua warga sudah diinformasikan untuk mengungsi. Ia juga telah melaporkan peristiwa banjir ini kepada anggota TNI-Babinsa di Malaipea.

Hingga pukul 17.30 Wita, Yafet bersama 7 orang warga berjalan kaki sejauh 3 kilometer untuk mengungsi ke keluarga di Malaipea karena lokasi rumah mereka diduga rawan longsor.

Tujuh warga Kanaikai dalam perjalanan mengungsi ke Malaipea. Foto/Yafet Ranboki

Sementara di Malaipea kata Yafet, 8 rumah dari 11 KK di dusun 2, diterjang banjir yang berpuncak pada sekitar pukul 17.00 Wita. Bersyukur, tidak ada korban jiwa.

Lazarus Padafing, Kepala Desa Malaipea mengatakan sejauh ini pihak pemerintah kabupaten, TNI dan Polri sudah meninjau lokasi bencana.

Untuk warga di Kanaikai lanjut Lazarus, seharusnya pasca bencana Seroja pada awal April 2021, permukiman mereka harus direkolasi namun lokasi yang direncanakan merupakan kawasan hutan lindung sehingga belum ada tindak lanjut.

Majelis Sinode GMIT saat ini sedang melakukan koordinasi untuk mengirim bantuan kepada para korban. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *