Klasis Sulamu Buka Toko Tani dan Nelayan

KUPANG, www.sinodegmit.or.id, Guna mendorong penguatan ekonomi jemaat-jemaat di Klasis Sulamu, Majelis Klasis setempat bekerja sama dengan Koperasi Produsen Kasih Sejahtera Utama (Kasema) membuka Toko Tani dan Nelayan.

Toko ini resmi dibuka pada Rabu, (27/4), berlokasi di kantor Majelis Klasis Sulamu. Produk yang dijual berupa bibit tanaman hortikultura, obat hama, pupuk organik, mata pancing, jaring/pukat, cincin pemberat, lampu bagan, dan lain-lain. Selain menjual kebutuhan petani dan nelayan, toko ini juga menyediakan peralatan alat tulis kantor (ATK) dan foto copy.

Acara pembukaan diawali dengan ibadah dipimpin Pdt. Susanti Manafe-Djami. Berefleksi dari kepemimpinan Nehemia yang mengorganisir umat Israel membangun tembok kota Yerusalem, Pdt. Santi mengingatkan pentingnya kepemimpinan yang relasional, berjejaring dan memberdayakan.

“Kita semua baik pemerintah, gereja maupun swasta punya tanggungjawab menciptakan perubahan dari yang kosong menjadi berisi, bukan sebaliknya yang berisi kita kosongkan.”

Acara pembukaan dihadiri Ir.Pandapotan Siallagan (staf ahli bupati Kupang), Yohanis Mase (wakil ketua DPRD kabupaten Kupang), Charles Abineno (kepala dinas perindustrian, perdagangan, koperasi dan UKM Kab.Kupang),  Timotius Octovianus (sekretaris dinas pertanian dan ketahanan pangan), Joaz Umbu Wanda (Perwakilan dinas pertanian provinsi NTT), Camat, Kepala Desa, Manajer Koperasi Kasema, Ir. Yustus Maro, Ketua MK Sulamu, Pdt. Yunus Kaytulang, para pendeta se-klasis Sulamu dan sejumlah anggota jemaat.

Menyampaikan suara gembala pada kesempatan ini, Ketua MK Sulamu, menjelaskan pendirian toko ini merupakan bagian dari upaya klasis mengimplementasikan amanat sub tema pelayanan GMIT 2022, “Dengan Kuasa Roh Kudus Kita Bangkit dari Dampak Bencana”, sekaligus membantu jemaat memperoleh kebutuhan mereka secara mudah, murah dan cepat.

“Kami pastikan harga barang sama dengan di Kota Kupang,” ungkap Pdt. Yunus.

Sementara terkait dukungan modal usaha dari Koperasi Kasema, Ir. Yustus Maro menegaskan bahwa pilihan terbaik membangun ekonomi solidaritas adalah koperasi -tentu dengan catatan koperasi itu menjunjung tinggi nilai-nilai koperasi. Kerena itu ia mendorong para pendeta dan anggota jemaat GMIT untuk mendukung apa yang telah dimulai oleh Klasis Sulamu.

Melalui pertolongan Tuhan dan kerja keras, kata Yustus, Koperasi Kasema yang baru berdiri tahun 2020, saat ini sudah mempunyai asset senilai 1,2 Milyar.

Mewakili Kadis Pertanian Prov. NTT, Joaz Umbu Wanda, menyampaikan terima kasih kepada Majelis Klasis Sulamu dan juga Koperasi Kasema yang turut membantu pemerintah dalam mendorong usaha pertanian.

Mengingat Sulamu merupakan sentra pertanian padi sawah dan jagung, lanjut Joaz, pihaknya akan mengupayakan bantuan peralatan Rice Milling Unit (RMU) atau mesin penggilingan padi untuk mendukung usaha Koperasi Kasema melalui Toko Tani dan Nelayan ini. Ia juga berjanji menghubungkan Koperasi Kasema dengan pabrik bibit hortikultura sehingga bisa diperoleh harga yang lebih murah.

Pada kesempatan yang sama, wakil ketua DPRD kabupaten Kupang dan staf ahli bidang keuangan, ekonomi dan pembangunan, mewakili Bupati Kupang melalui sambutan masing-masing menyampaikan apresiasi kepada Majelis Klasis Sulamu dan Koperasi Kasema yang telah menunjukan komitmen yang sama dengan pemerintah untuk membangun kesejahteraan masyarakat.

Berkat komitmen dan inovasi ekonomi yang telah ditunjukan melalui pembangunan Toko Tani dan Nelayan ini, Pemda Kabupaten Kupang berjanji akan mendukung hal-hal yang dibutuhkan untuk penguatan dan pengembangan usaha.

“Kami pemerintah akan mendukung toko tani dan nelayan ini secara paripurna dengan memberikan fasilitas lain yang dibutuhkan untuk menunjang pengembangan usaha di klasis Sulamu,” ujar Pandapotan Siallagan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *