Sambutan Presiden Federal Jerman pada Pembukaan SR-XI DGD: “Gereja Ortodoks Rusia, Anda Salah Arah”

Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier berpidato di Sidang ke-11 Dewan Gereja se-Dunia di Karlsruhe, Jerman. Sidang berlangsung 31 Agustus hingga 8 September dengan tema “Kasih Kristus Menggerakkan Dunia Menuju Rekonsiliasi dan Persatuan.” Foto: Mike DuBose/WCC/https://www.oikoumene.org

Karlsruhe-Jermanwww.sinodegmit.or.id, “Pimpinan Gereja Ortodoks Rusia, yang mungkin hadir di persidangan ini, saya hendak mengatakan kepada anda, Gereja Ortodoks Rusia kini sedang menjalankan gereja ke arah yang kurang tepat, dengan melegitimasi serangan Rusia ke Ukrania”, demikian pidato Presiden Federal Jerman, Frank Walter Steinmeier, pada Pembukaan Sidang Raya Dewan Greja-Gereja se-Dunia (DGD/WCC), Rabu, 31 Agustus, di Karlsruhe, Jerman.

Presiden mengingatkan bahwa kini terdapat begitu banyak anak-anak dan perempuan yang menjadi korban, karena menjadi target kekerasan. Bangunan publik hancur, termasuk rumah ibadah seperti gereja, sinagog dan mesjid.

Selanjutnya Presiden menghimbau peserta sidang untuk tidak diam atas keadaan ini. “Sebagai seorang Kristen, kita tidak boleh diam atas keadaan ini; sebaliknya harus berjuang bagi tegaknya perdamaian dan martabat manusia.”

Presiden juga memberikan dukungan kepada delegasi Ukrania yang mengikuti Sidang Raya ini. “Secara khusus saya menyambut delegasi Ukrania yang hadir di persidangan ini dan berharap persidangan ini memberikan support untuk komunitas mereka.”

Presiden juga mengimbau perwakilan Gereja Ortodoks Rusia untuk tidak menyalahgunakan forum ini, tapi sebaiknya menyiapkan diri untuk berdialog. Menurutnya, dialog akan membangun jembatan antar kelompok.

Harus ada dialog yang terjadi selama persidangan ini, dialog yang menuju ke dalam terang, dan tidak mengarah pada yang upaya menjustifikasi. Menurutnya, hak ini harus menjadi pilihan kita.

“Pilihan pemerintah Jerman jelas. Dan olehnya saya mengajak Gereja Ortodoks Rusia untuk tidak setuju dengan perang. Kita diingatkan akan tanggungjawab iman. Berbicaralah di forum ini dan kami semua siap mendengarkan.”

Menurutnya tidak bisa diyakini bahwa ada rencana Tuhan dalam peperangan ini. “Inilah salib Kristen yang dilambangkan dalam logo persidangan ini, sebagai bentuj kebersamaan semua umat kristen. Salib ini menjadi identitas oikoumenisme untuk berdiri bagi korban dan mereka yang terpinggirkan.”

Di awal pidatonya, Presiden mengungkapkan bahwa gereja bertumbuh sesuai dengan konteks masing-masing dan bagaimana mereka menginterpretasikan teks kitab suci atas konteks yang dihadapinya. Beliau mengingatkan bahwa gereja-gereja di Jerman juga pernah melewati fasisme dan anti semitisme dalam sejarah Jerman. “Agama yang seharusnya mengangkat derajat manusia malah menjadi alat mengembangkan kebencian dan kekerasan”, kilahnya.

Foto bersama utusan GMIT di Didang DGD XI di Jerman.

Selain masalah Ukraina, Presiden juga mengajak persidangan untuk ikut dalam upaya memulihkan dunia, yang makin menguatirkan dewasa ini. Presiden mengingatkan bahwa para peserta datang dari berbagai latar belakang gereja yang berbeda. Ada gereja yang mengalami persekusi, dari kalangan minoritas yang sering didiskriminasi, korban kebijakan tertentu, korban perubahan iklim, korban perampasan tanah, perdagangan anak, perbudakan dan sebagainya.

“Itu semua menjadi permasalahan kita bersama. Dan saya mengajak kita, sebagai gereja membangun komitmen untuk berpartisipasi menuju keadilan dan perdamaian dan persatuan. Kita semua punya kewajiban sebagai bagian dari misi kerajaan Allah.”

Sidang DGD juga dihadiri oleh utusan dari GMIT diantaranya: Pdt. Mery Kolimon (Ketua MS GMIT), Pdt. Yusuf Nakmofa (Sekretaris MS GMIT), Pnt. Fary Francis (Anggota MS GMIT), Pdt. Yapi Niap (Ketua MK Amarasi Timur), dan Anie Pili Robo (Anggota Jemaat GMIT Kaisarea BTN) .***

Note: Berita ini ditulis oleh Pdt. Gomar Gultom (Ketua Umum PGI) dengan penambahan seperlunya oleh redaksi www.sinodegmit.or.id,.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *