Politisi PSI Grace Natalie Ajak Kaum Muda Masuk Politik

Foto: Grace Natalie, Wakil Ketua DPP PSI.

KUPANG, www.sinodegmit.or.id, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie, menawarkan “tiket” gratis kepada kaum muda yang ingin menjadi kader PSI.

“Kerinduan kami melihat lebih banyak lagi anak-anak muda apapun agama dan sukunya, tetapi yang punya hati pingin melayani, pingin kerja baik-baik, kita bisa antarkan mereka tanpa harus setor uang miliaran atau ratusan juta ke partai,” ujar Grace, saat bersilahturahmi dengan Majelis Sinode GMIT, Kamis, (29/9).

Menurut mantan Ketua Umum PSI tersebut, akibat politik transaksional, banyak anak muda yang punya kapasitas, tidak bisa tampil menjadi pemimpin. Oleh sebab itu PSI membuat sistem perekrutan kader secara independent sehingga dijamin tidak ada KKN.

Selain mendorong keterlibatan kaum muda di ruang politik, warga gereja Jakarta Praise Community Church (JPCC) ini juga meminta keterlibatan gereja khususnya GMIT untuk mendoakan dan mengingatkan kader-kader PSI di NTT agar menjalankan tugas sesuai amanat konstitusi dan dilandasi nilai-nilai iman.

Foto: Fungsionaris PSI dan Ketua MS GMIT

Menanggapi hal-hal yang disampaikan Grace Natalie, Ketua MS GMIT, Pdt. Mery Kolimon mengapresiasi komitmen kaum muda PSI yang berjuang membangun kehidupan demokrasi di tengah kondisi yang kadang-kadang tidak mudah.

Menurutnya, politik seringkali dikonotasikan secara kotor dan negatif. Padahal, sejatinya politik adalah bidang pelayanan yang kudus.

“Calvin mengajarkan bahwa politik adalah pekerjaan yang paling suci di antara pelayanan lainnya sehingga kita belajar dari tradisi iman itu bahwa politik adalah sesuatu yang sangat penting yang mestinya dijaga harkat dan martabatnya untuk kebaikan bersama,” ujarnya.

Karena kekudusan itulah, Ketua MS GMIT juga mengingatkan pentingnya membangun relasi kesetaraan gender di dalam ruang politik. Menurut penilaiannya, hingga saat ini politik di Indonesia masih sangat maskulin dan kerap tidak ramah terhadap perempuan.  

“Kami harap PSI dengan sadar melibatkan perempuan [dalam politik] tetapi juga membangun satu kultur relasi gender yang setara sehingga perempuan tidak harus bekerja sampai larut malam sehingga dia masih bisa mengurus keluarga di rumah dan juga bisa menjaga kesehatan reproduksinya sambil terlibat dalam politik,” ujarnya.

Sementara terkait permintaan keterlibatan kaum muda GMIT di PSI, Ketua MS GMIT mendorong adanya komunikasi yang akrab agar terjalin relasi saling kenal dan saling percaya.

Selain Grace Natalie, hadir juga dalam silahturahmi ini sekjen DPP PSI, Dea Tunggaesti, Ketua DPW PSI NTT, dr. Cristian Widodo, Ketua DPP PSI NTT, Jane Natalia Suryanto, dll. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *