Kunjungi Majelis Sinode GMIT, Kapolda NTT Dititipi Hal-Hal Ini

KUPANG, www.sinodegmit.or.id, Kapolda NTT, Irjend Pol. Johny Asadoma mengunjungi Majelis Sinode (MS) GMIT. Kunjungan perdana ini merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi dengan Forkompimda pasca dilantik menjadi Kapolda NTT bulan Oktober yang lalu.    

Jenderal bintang dua ini diterima pimpinan MS GMIT, Pdt. Mery Kolimon, Pdt. Gayus Pollin, Pdt. Yusuf Nakmofa, dan Pdt. Elisa Maplani, Kamis, (17/11), di runag kerja Ketua MS GMIT.

“Sebagai pejabat baru kami berkewajiban bersilahturahmi membangun komunikasi, kerja sama dengan seluruh lembaga terkait karena polisi dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tidak bisa kita laksanakan sendiri tanpa dukungan dari seluruh stakesholder, organisasi keagamaan, organisasi kemasyarakatan, pemuda dan sebagainya.” ujar Asadoma mengawali percakapan dalam rangka mendapat masukan dari MS GMIT.

Secara berturut para pimpinan MS GMIT menyampaikan apresiasi kepada Kapolda NTT sebagai putra daerah sekaligus menyampaikan beberapa masukan dan keluhan dari jemaat-jemaat GMIT, antara lain:

Satu, membangun sinergi antar kedua lembaga dalam menangani masalah-masalah internal gereja.

Dua, menuntaskan kasus-kasus dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama untuk menghindari munculnya masalah baru.

Tiga, mengendalikan peredaran miras yang diduga memicu tindakan-tindakan kriminal.

Empat, mempersiapkan dan memberi prioritas bagi anak-anak NTT yang mengikuti seleksi pada sekolah ikatan dinas Polri seperti Akpol dan Bintara.

Lima, memberantas Pungutan Liar (Pungli) pengurusan surat-surat kendaraan bermotor dan penarikan perkara.

Enam, mengawasi penimbunan minyak tanah jelang perayaan natal.

Tujuh, memberantas judi online.

Delapan, menambah anggota Polwan untuk penguatan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) di Sabu.

Sembilan, mengawasi dan menertibkan grup-grup sosial media yang tidak beretika.

Sepuluh, menertibkan acara-acara pesta yang mengganggu lingkungan akibat bunyi musik yang terlalu keras sepanjang malam.

Terhadap hal-hal tersebut, Kapolda NTT menyampaikan terima kasih dan memastikan akan menindaklanjuti keluhan-keluhan tersebut.

Khusus terkait acara-acara pesta yang menggangu lingkungan, Kapolda menegaskan, “Saya akan perintahkan jajaran, pasti akan kita larang pesta maksimal jam 11 [malam]. Kalau ada yang masih ngobrol-ngobrol silahkan, tapi musik sudah harus stop.”

“Staf saya sudah mencatat semua yang disampaikan Mama Pendeta dan Bapak-bapak pendeta. Ini sangat bagus untuk kami tindaklanjuti melalui satu perencananan atau kebijakan sehingga kita menciptakan keamanan yang lebih baik,” kata Asadoma. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *