MS GMIT Luncurkan Aplikasi Konseling Pastoral Online

Tampilan head aplikasi konseling pastoral online GMIT “Kawan Cerita”

KUPANG, www.sinodegmit.or.id, Kemajuan teknologi digital membuka ruang-ruang inovasi pelayanan Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT). Salah satunya adalah dengan menyediakan aplikasi konseling pastoral online.

Aplikasi ini dapat diakses melalui alamat URL: https://kawancerita.pastoralgmit.net/

Pada acara peluncuran yang berlangsung pada Senin, (5/12), Ketua Unit Pembantu Pelayanan (UPP) Pastoral MS GMIT, Pdt. Dina Takalapeta-Meller, mengatakan bahwa pelayanan konseling pastoral online ini merupakan salah satu alternatif untuk menjangkau dan menjembatani kebutuhan anggota-anggota jemaat GMIT maupun masyarakat umum yang terhalang oleh jarak, waktu, dan lain sebagainya.

Sedikitnya 12 konselor yang berprofesi sebagai pendeta dan dosen akan mengasuh atau mendampingi para konseli berdasarkan kategori usia dan jenis masalah yang dihadapi seperti: anak dan remaja, pemuda, lanjut usia, keluarga, dan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Para konselor dan undangan dalam acara peluncuran aplikasi konseling pastoral online “Kawan Cerita”

Sementara terkait alur konseling, Pdt. Jeni M. Bailao, selaku penanggung jawab layanan online ini, mengatakan bahwa pihaknya memastikan setiap konseli akan didampingi oleh konselor yang kompeten sesuai jenis persoalan yang dihadapi.

“Sejauh ini kami baru bisa layani melalui chat. Kami belum bisa layani melalui telephone,” kata Pdt. Jeni.  

Ia mengatakan konseling dilakukan secara simultan hingga tuntas selama kurang lebih tiga bulan atau sesuai kesepakatan bersama para pihak.

Ketua MS GMIT, Pdt. Mery Kolimon menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang ikut berkontribusi atas kehadiran aplikasi/program ini, di antaranya: UPP Pastoral, para konselor, Yos Beeh selaku desainer aplikasi, dan Kerk in Aktie (lembaga misi Gereja Protestan di Belanda).

Menurutnya, salah satu tantangan dalam mengelola program ini seusai peluncurannya adalah bagaimana meyakinkan anggota-anggota jemaat untuk memanfaatkan layanan digital ini sekaligus pada saat yang sama mengupayakan penguatan kapasitas pastoral secara berkelanjutan untuk memastikan kehadiran gereja di tengah-tengah pergulatan iman jemaat. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *