Lima Draf Dokumen Teologi GMIT Memasuki Tahap Konsultasi

Para penulis dan reviewer draf dokumen teologi GMITberdiskusi dalam lokakarya yang berlangsung di aula hotel Nekamese Selasa-Rabu, (6-7 Desember 2022).

KUPANG, www.sinodegmit.or.id, Majelis Sinode (MS) GMIT melalui Unit Pembantu Pelayanan (UPP) Pengembangan Teologi dan Pembinaan Anggota Gereja (PAG), telah merampungkan lima draf dokumen teologi.

Dokumen-dokumen ini berisi uraian teologis tentang pokok iman dari bidang pelayanan tertentu yang diperuntukan sebagai panduan dasar berteologi.

Draf dimaksud meliputi: naskah teologi panca pelayanan, naskah teologi pelayanan fungsional dan profesional, modul lokakarya teologi inklusif, dokumen pokok-pokok ajaran, dan pedoman praktis berteologi bagi Persekutuan Doa.

Lokakarya perampungan draf-draf tersebut telah dilaksanakan pada Selasa-Rabu (6-7/12), melibatkan 29 orang pendeta GMIT selaku penulis dan reviewer.

Ketua UPP Pengembangan Teologi MS GMIT, Pdt. Nicolas Lumba Kaana, M.Th., menjelaskan bahwa usai tahap lokakarya, draf-draf tersebut akan dikirim ke seluruh klasis supaya mendapat masukan dari jemaat-jemaat sebelum dibawa ke Persidangan ke-50 MS GMIT awal tahun depan.

“Sesuai standar produk dokumen teologis, maka prosesnya harus melewati tahapan drafting, lokakarya, konsultasi ke jemaat, revisi akhir/finalisasi, dan terakhir diserahkan ke Majelis Sinode untuk diputuskan dalam persidangan menjadi rujukan berteologi di setiap lingkup,” ungkap Pdt. Lumba Kaana.

Ia berharap dalam proses konsultasi nanti, jemaat-jemaat terlibat aktif sekaligus memberikan masukan-masukan substantif.

“Sebuah produk teologi pada prinsipnya tumbuh dari proses berteologi di tengah-tengah jemaat, bukan diturunkan dari Majelis Sinode. Oleh sebab itu, kami sungguh berharap ada proses partisipatif di jemaat-jemaat dalam memberi masukan pada draf-draf ini sehingga hasilnya dapat merepresentasikan kekayaan refleksi teologi di GMIT,” katanya.   

Ia juga menambahkan, selain draf-draf dokumen yang masih menunggu konsultasi dan finalisasi, pihaknya juga sudah menyelesaikan lima naskah teologi pelayanan kategorial, yaitu: Naskah Teologi Pelayanan Anak, Remaja & Taruna, Pemuda, Perempuan Kaum Ibu, Kaum Bapak, dan Kaum Lansia. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *