Majelis Sinode GMIT Resmikan Rumah Pastori Contoh Tahan Bencana

Rumah pastori contoh tahan bencana di Jemaat Landu Tengah.

Rote Timur, www.sinodegmit.or.id, Majelis Sinode GMIT menahbiskan sekaligus meresmikan rumah pastori contoh tahan bencana yang berlokasi di Mata Jemaat Eklesia Mokdale, desa Daurendale, Landu Tengah, Klasis Rote Timur.

Ini merupakan rumah pastori contoh yang pertama dari empat lainnya yang dibangun oleh Tim Tanggap Siklon Seroja MS GMIT sebagai tindak lanjut dari program rekonstruksi pascabencana Siklon Seroja pada 2021 yang lalu.

Pembangunannya menghabiskan dana sebesar Rp. 250 juta. Dukungan dana sebesar itu berasal dari Kerk in Actie, badan misi Gereja Protestan Belanda.

Ibadah penahbisan dan peresmian dihadiri Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Mery Kolimon, Camat Landu Leko, Daniel Bola, SP., Tim Tanggap Siklon Seroja MS GMIT, dan Wakil Ketua II Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) NTT, Budi Lili, M.T.

Jemaat menari dalam acara peresmian rumah pastori.

Sekretaris Panitia Pembangunan, Pnt. Seprianus D. Sina, S.Pd., dalam laporannya menyatakan syukur kepada Tuhan Yesus atas berkat-Nya yang tak terduga bagi Jemaat Eklesia Mokdale.

“Kami beryukur kepada Tuhan Yesus Kristus karena di atas tanah ini, di Mata Jemaat Eklesia Mokdale, yang awalnya tidak pernah kami rencanakan tapi sekarang berdiri sebuah bangunan Pastori yang sangat megah. Tuhan Yesus baik dan sangat baik. Anggaran yang diperlukan semuanya tercukupi bahkan lebih,” ungkap Pnt. Sepri, yang juga adalah kepala desa setempat.

Rumah pastori berukuran 9X12 meter ini didesain oleh tim dari IAI NTT dan Fakultas Teknik Universitas Widya Mandira (Unwira) Kupang yang tergabung dalam Panitia Tanggap Siklon Seroja MS GMIT.

Wakil Ketua II IAI NTT menjelaskan bahwa desain bangunan pastori ini diadopsi dari corak rumah adat Rote sehingga bentuknya persis seperti rumah-rumah warga namun struktur bangunannya mengikuti standar rumah tahan gempa dan ramah terhadap angin sehingga dapat meminimalisir risiko bencana.

“Arsitektur tradisional atau arsitektur vernakular seperti rumah adat Rote sudah teruji oleh zaman. Karena Rote dekat dengan Australia, kemungkinan pernah terjadi siklon ratusan tahun yang lalu sehingga kami mau angkat kembali warisan rumah tradisional itu. Bentuk atapnya aerodinamika. Ini bentuk yang bisa menyalurkan angin,” ungkap Budi.

Sebagai rumah pastori contoh, lanjut Budi, pihaknya sangat ketat dalam mengawasi proses pembangunannya.

“Kekuatan utama bangunan ada pada struktur. Ini tidak bisa ditawar-tawar. Kalau tidak sesuai perencanaan, kami minta tukang bongkar. Kadang-kadang mungkin agak boros semen misalnya, harus 4 banding 1 atau 3 banding 1. Tapi lebih baik satu kali kerja dan kuat daripada kerja lalu bongkar lagi. Intinya, untuk keselamatan, kita tidak boleh tawar-menawar,” ujarnya.

Camat Landu Leko dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan mengaku terinspirasi pada konsep pembangunan rumah pastori ini.

“Tadi saya lihat dari luar, saya pikir ini rumah biasa-biasa saja, tetapi ketika masuk ke dalam, ternyata rumah ini luar biasa. Mudah-mudahan ini menjadi rumah contoh. Saya juga ingin menginspirasi para kepala desa, bagaiman kita membangun rumah-rumah dari dana desa seperti ini, ungkap Daniel.

Rumah contoh ini memiliki empat kamar tidur, ruang tamu, dapur dan dua kamar toilet. Plafonnya menggunakan PVC sedangkan atapnya dilengkapi panel tenaga surya. Selain itu ada pula tandon air dan lubang peresapan. Pembangunannya menghabiskan waktu selama enam bulan yang dimulai dengan pelatihan tukang dan dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pada 20 Juli dan finis pada 10 Desember 2022.

Ketua MS GMIT dalam Suara Gembala, menyampaikan terima kasih kepada Unwira, IAI NTT, Kerk in Actie, panitia, para tukang, pemerintah desa, majelis jemaat dan seluruh jemaat yang bekerja sama membangun rumah tahan bencana ini.

Ia berharap, rumah pastori ini sungguh-sungguh dijaga, dan terutama menjadi rumah persekutuan antara pendeta dan jemaat.  

“Rumah ini disebut rumah pastori. Dia bukan hanya rumah jabatan tapi disebut rumah pastori. Rumah seorang pastor berdiam. Rumah dimana jemaat akan datang dan bertemu dengan gembalanya untuk didoakan dan dikuatkan,” pesan Pdt. Mery kepada jemaat dan Ketua Majelis Jemaat Pdt. Ati Putri Benyamin, M.Th.

Kebaktian penahbisan dan peresmian berlangsung pada Selasa, (20/12), dipimpin Pdt. Fredik Doko. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *