UBB GMIT Luncurkan Terjemahan Injil Markus Bahasa Amarasi Roi’is

Penyerahan Injil Markus dalam bahasa Amarasi Ro’is kepada perwakilan jemaat

AMARASI, www.sinodegmit.or.id, Sekitar 70 bahasa atau 1 persen dari 7.000 bahasa di dunia ada di provinsi NTT. Dari jumlah tersebut sebanyak 21 bahasa telah digunakan oleh Unit Bahasa dan Budaya (UBB) GMIT untuk kebutuhan penerjemahan Alkitab. (download seluruh produk terjemahan di situs https://ubb.or.id/)

Produk terjemahan Alkitab terbaru adalah Injil Markus dalam bahasa Amarasi Roi’is yang diluncurkan pada pekan lalu di Jemaat Maranatha Baun, Klasis Amarasi Barat, Minggu, (19/3). Sebelumnya, Alkitab Perjanjian Baru bahasa Amarasi Kotos telah diluncurkan pada tahun 2015.

Menurut Prof. Dr. Charles Grimes, dari segi linguistik, bahasa Timor Amarasi tidak satu melainkan terbagi dua yakni Amarasi Kotos dan Amarasi Roi’is. Kotos digunakan oleh penduduk di wilayah Amarasi Timur dan Ro’is di Amarasi Barat.

Menyampaikan sambutan pada kebaktian peluncuran Injil Markus bahasa Amarasi Roi’is tersebut, Prof. Grimes, selaku konsultan penerjemahan Alkitab, berharap jemaat-jemaat pengguna bahasa Ro’is tekun membaca dan menggunakan terjemahan ini dalam pelayanan gereja.

Prof. Charles Grimes menyampaikan sambutan dalam acara peluncuran.

Mesak Nitti, anggota jemaat Imanuel Ruanrete menilai bahwa terjemahan kitab Markus ini menolong orang Amarasi lebih mudah memahami firman Tuhan sebab katanya, “kita belajar firman Tuhan dari bahasa yang melekat pada kita sejak kecil.” 

Pernyataan serupa juga disampaikan Pdt. Leo Takubessi, penutur bahasa Roi’is. Menurutnya, bahasa yang dipakai dalam terjemahan ini akrab bagi semua usia.

“Dibanding bahasa Indonesia, lebih mudah baca [Injil Markus] dalam bahasa Amarasi Roi’is karena ceritanya ‘mengalir’ persis bahasa Yunani Koine. Jadi, beta lebih suka bandingkan teks Yunani dengan teks Amarasi Kotos atau Ro’is.”

Ia memberi apresiasi kepada UBB GMIT atas upaya-upaya penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa-bahasa daerah di NTT.

“Kita musti dukung UBB GMIT. Orang menulis skripsi dan lain-lain dalam bahasa Indonesia padahal sumber infomasi dan data-data diperoleh dari penutur asli. Jadi kotong harus bersyukur bahwa di masa mendatang Alkitab akan menjadi sumber dari ragam bahasa di NTT.”

Selain Injil Markus, UBB GMIT juga meluncurkan buku nyanyian berisi 25 lagu Kidung Jemaat dalam bahasa Amarasi Roi’is.

John Miller perwakilan dari Seed Company, lembaga penerjemaahan Alkitab di Amerika Serikat yang mendukung pelayanan UBB GMIT menyatakan puji syukur kepada Tuhan sekaligus mengajak setiap orang untuk mencintai firman Tuhan sebagai sumber kekuatan spiritual.

“Ketika Tuhan Yesus dicobai setan, Ia berkata, ‘manusia tidak hidup dari roti saja tapi dari firman Allah’. Jadi, bagi mereka yang sudah ada Alkitab dalam bahasa hatinya, mari kita membacanya setiap hari,” kata John Miller dalam sambutannya yang didampingi penerjemah sekaligus direktur UBB GMIT, June Jacob.

John Miller perwakilan Seed Company menyampaikan sambutan, didampingi June Jacob Direktur UBB GMIT.

Penerjemahan Injil Markus bahasa Amarasi Roi’is dimulai pada Januari 2022 oleh tim penerjemah terdiri dari Pdt. Emr. Semuel Nitti, Danris Bijae, S.Th., Yedida Ora, S.Pd., dan Heronimus Bani, MM.

Kebaktian peluncuran dipimpin oleh Pdt. November Obehetan, Pdt. Semuel Nitti, dan Pdt. Hawa Kasseh. Hadir juga dalam kebaktian ini, Wakil Ketua Klasis Amarasi Barat, Pdt. Wim Nunuhitu dan Camat Amarasi Barat, Cornelis Nenoharan.

Hingga tahun 2023, UBB GMIT telah menerbitkan terjemahan Alkitab dalam 21 bahasa di NTT meliputi Perjanjian Baru secara keseluruhan maupun per kitab seperti Kejadian, Markus dan Kisah Para Rasul. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *