26 Pendeta di Teritori TTS Ikut Studi Pengembangan Pelayanan

KUPANG, www.sinodegmit.or.id, Dua puluh enam orang pendeta mengikuti Studi Pengembangan Pelayanan (SPP) yang diselenggarakan Majelis Sinode (MS) GMIT. Kegiatan ini dikhususkan bagi para pendeta se-teritori klasis Timor Tengah Selatan (TTS) dengan masa tugas di bawah 10 tahun.

Pdt. Diana Oematan Siahaya, Sekretaris Bidang Pengembangan Personil MS GMIT mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dan spiritualitas pelayanan.  

Kegiatan ini dimulai pada 29 Mei hingga 1 Juni, bertempat di gedung Badan Pengembangan SDM Daerah Provinsi NTT di Kolhua-Kupang.

Selama empat hari para peserta belajar dan berdiskusi tentang beberapa isu teologis seperti: pelayanan holistik, teologi kawan sekerja, teologi inklusif, spiritualitas gembala, pastoral, pemulihan trauma, merawat kesehatan fisik dan mental, kode etik pendeta, etika seksual, pelayanan digital, gereja tangguh bencana, dinamika pelayanan, dan pengembangan personil.

Ulasan tentang isu-isu teologis tersebut disampaikan oleh para pemateri antara lain: Pdt. Mery Kolimon, Pdt. Isak Hendrik, Pdt. Nicolas Lumba Kaana, Pdt. Lucia Billik, Pdt. Jeni Bailao, Pdt. Dina Takalapeta-Meller, dr. Dickson Legoh, Pdt. Dina Dethan-Penpada, Pdt. Junus Inabui, Pdt. Ambrosius Menda, Pdt. Paoina Bara Pa, Pdt. Yusuf Nakmofa, dan Pdt. Diana Oematan-Siahaya.

“Kami merasa kegiatan ini penting dan sangat bermanfaat bagi kami oleh karena kemajuan teknologi informasi mengakibatkan apa yang terjadi di kota, itu pula yang terjadi di kampung-kampung. Sehingga metode pelayanan sepuluh tahun lalu bisa jadi kurang relevan. Dan oleh sebab itu kami butuh ruang pengembangan kapasitas seperti ini, ungkap Pdt. Emma Margaritha Fay, dari Jemaat Nule, klasis SoE Timur.

Menurutnya banyak pendeta terikat dengan pelayanan di jemaat maka tidak cukup tersedia kesempatan untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi sehingga ruang-ruang pendidikan non formal sangat diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan spiritualitas.

“Motivasi kami dimurnikan. Kami disadarkan kembali akan arti panggilan yang sesungguhnya. Dan kami mau katakan, kami siap pulang dan terus berjalan sampai finis. Berjalan dan menghasilkan buah yang sesuai kehendak Tuhan dan bermanfaat bagi pelayanan,” ucap Pdt. Maria Maakh-Ndjukambani, mewakili para peserta pada acara penutupan.

Menyampaikan suara gembala pada penutupan kegiatan ini, Sekretaris MS GMIT, Pdt. Yusuf Nakmofa berharap melalui kegiatan ini para peserta dapat menguatkan motivasi dan kembali ke medan pelayanan dengan komitmen yang baru.

“Pulang dari SPP harus ada sesuatu yang baru. Kita betul-betul tampilkan diri sebagai pendeta. Ada motivasi lebih baik lagi, dan komitmen untuk melayani Tuhan dengan setia.” ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *