Mgr. Anton Pain Ratu Tutup Usia: Lonceng Gereja Tanda Mata Uskup di Jemaat Polycarpus Atambua

Uskup emeritus Keuskupan Atambua, Mgr. Anton Pain Ratu, SVD.

ATAMBUA, www.sinodegmit.or.id, Uskup emeritus Keuskupan Atambua, Mgr. Anton Pain Ratu, SVD., tutup usia hari ini Sabtu, (6/1), sekitar pukul 10.15 Wita. Mendiang meninggal dunia dalam usia 95 tahun.

Ia menduduki jabatan uskup Atambua pada tahun 1984 hingga pengunduran dirinya pada tahun 2007.

Jemaat-jemaat GMIT di kabupaten Belu, TTU, dan Malaka mengingat beliau dengan kesan yang sangat baik.

Selama masa layannya sebagai uskup, beliau menggagas dan membangun relasi ekumenes dengan jemaat-jemaat GMIT di wilayah Keuskupan Atambua.

Salah satunya, mendorong program pertukaran pelayanan ekumene, di mana para pendeta memimpin khotbah di gereja Katolik dan sebaliknya para pastor memimpin khotbah di gereja Protestan.

Ia juga turut mengunjungi jemaat-jemaat GMIT dan beberapa kali berkhotbah di gereja-gereja Protestan di sana.

Gedung gereja GMIT Jemaat Polycarpus Atambua.

Secara khusus Jemaat GMIT Polycarpus Atambua menerima pemberian lonceng gereja yang dipakai sampai sekarang dari Uskup Pain Ratu.

“Bapa Uskup Pain Ratu menyerahkan lonceng untuk Jemaat Polycarpus pada 3 Mei 2005,” kata  Pdt. Mery Nitbani, Ketua Majelis Jemaat Polycarpus.

Majelis Sinode GMIT menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan legasi hubungan ekumenis yang terjalin selama masa layan mendiang serta turut berdukacita bersama keluarga besar umat Katolik di keuskupan Atambua. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *