50 Orang di Batuleli-Rote Positif Covid-19

ROTE, www.sinodegmit.or.id, Sebanyak 50 orang warga dusun Batuleli desa Lidamanu, Kecamatan Rote Tengah, Kabupaten Rote Ndao terkonfirmasi positif Covid-19. Lonjakan pasien sebanyak itu merupakan yang pertama terjadi di Rote-Ndao sejak pandemi Covid-19 terjadi di NTT.   

Hal ini disampaikan Plt. Kepala Dinas Kesehatan Rote-Ndao, dr. Feby Riwu, Kamis, (29/4-2021).

“Hasil pemeriksaan kemarin totalnya 50 orang positif. Kemungkinan masih bertambah karena hari ini akan ada pemeriksaan lanjutan. Kami sudah mengupayakan penanganan. Bagi yang bergejala, diisolasi di Rusun Ne’e-Baa, sedangkan yang tidak bergejala menjalani isolasi di salah satu gedung Sekolah Dasar,” ungkap dr. Feby.

Mengingat lonjakan yang demikian, ia meminta warga Rote-Ndao agar acara-acara pesta yang mengumpulkan massa dihentikan dan penerapan Protokol Kesehatan dilakukan sungguh-sungguh.

Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat GMIT Wilayah Termanu Utara, Pdt. Eunike Taolin menjelaskan sebagian dari warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut merupakan warga dari Jemaat GMIT Dalek Esa dan Jemaat GMIT Dalesue Batuleli.

Menurutnya lonjakan transmisi lokal itu diduga karena warga mengabaikan protokol kesehatan terutama dalam acara-acara adat terkait peristiwa kematian.

Selain itu, warga juga enggan melapor dan memeriksakan diri di fasilitas kesehatan saat mengalami gejala Covid seperti sesak napas, demam, kehilangan penciuman dan lain-lain.

Atas kejadian tersebut, Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Dr. Mery Kolimon mengatakan telah berkoordinasi dengan pelayan setempat, Pdt. Eunike Taolin untuk mengupayakan pelayanan kepada para pasien.

Ia juga meminta seluruh warga terutama para pendeta agar meningkatkan kewaspadaan melalui penerapan Protokol Kesehatan terutama di lokasi atau posko-posko pengungsian bencana Siklon Seroja.

“Kami minta pelayanan di semua posko bencana sungguh-sungguh menegakan protokol kesehatan termasuk menyediakan fasilitas prokes. Untuk sesi-sesi kegiatan trauma healing di lokasi-lokasi bencana wajib menggunakan masker, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menyiapkan hand sanitizer, dan lain-lain.”

Ia juga mengingatkan semua tim relawan yang mengantar bantuan bencana, wajib melakukan swab test sebelum menuju lokasi-lokasi bencana.

Layanan Swab PCR gratis dapat menghubungi Laboratorium Bio Molekuler Kesehatan Masyarakat NTT di Rumah Sakit Undana-Kupang.***

Leave a Reply

Your email address will not be published.