Andmesh Kamaleng Meriahkan HUT ke 39 Jemaat GMIT Betlehem Oesapa Barat

KUPANG, www.sinodegmit.or.id, 23 Desember 2018, Jemaat GMIT Betlehem Oesapa Barat merayakan usia ke 39. Panitia perayaan mengundang Andmesh Kamaleng, penyanyi asal NTT, pemenang ajang Rising Star Indonesia 2017, guna memeriahkan moment syukur ini.

Andmesh tampil membawakan lagu “Kemurahan Tuhan” saat mengisi liturgi pada kebaktian yang berlangsung pukul 18.00 wita. Seusai kebaktian, Andmesh sempat melantunkan sejumlah lagu rohani lainnya dan mendapat sambutan meriah dari jemaat.

Pendeta Yahya Millu yang memimpin kebaktian syukur ini mengatakan bahwa Gereja hadir dalam dunia bukan karena Gereja kuat pada dirinya melainkan hanya oleh kuat kuasa dari Roh Kudus. Roh itu bahkan mau memakai orang-orang yang rapuh seperti Yusuf suami Maria dalam rangka mewujudnyatakan misi keselamatan Allah dalam dunia.

“Gereja sudah tumbuh 21 abad. Tuhan menitipkan Gereja-Nya selama 21 abad itu di pundak orang-orang yang rapuh. Orang-orang yang lemah imannya. Kendati demikian, gereja tidak bisa diruntuhkan hanya oleh karena mereka yang mengelola gereja itu lemah imannya. Itu sebabnya hari ini kita merayakan 39 tahun usia Jemaat GMIT Betlehem Oesapa Barat,” ujarnya saat menyampaikan khotbah.

Sementara itu Ketua Majelis Jemaat setempat, Pendeta Heinrich Fanggidae, melalui suara gembala berharap peringatan ini mendorong jemaat agar sungguh-sungguh menghayati keberadaan dirinya sebagai gereja yang mampu memberi solusi atas berbagai tantangan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Allah menjadikan dan mengutus Gereja-Nya untuk menjadi jawaban atas persoalan-persoalan kita. Allah menghadirkan Jemaat Betlehem untuk menjawab persoalan di seputar Oesapa Barat secara khusus dan Kota Kupang pada umumnya. Pertanyaannya adalah apakah kita sudah dan masih menjadi Betlehem atau rumah roti bagi sesama atau jangan-jangan kita malah melupakan peran kita sebagai rumah roti?”

Mengingat belum tersedianya catatan yang lengkap mengenai sejarah tumbuh kembangnya jemaat ini, Pdt. Fanggidae juga berharap diusia ke 40 pada tahun 2019 mendatang, panitia dapat meluncurkan buku sejarah jemaat. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published.