Gereja Korea Bantu Pembangunan Gedung Gereja di Amanatun Utara

Gedung Gereja Jemaat GMIT Alfa Omega Muni, Put’ain, Klasis Amanatun Utara.

KUPANG, www.sinodegmit.or.id, Kendati berpenghasilan kecil dan beranggotakan sekitar 100 orang, Gereja Protestant the Republik of Korea (PROK) Jemaat Sin Po yang terletak sekitar 200 kilometer dari ibukota Seoul (Korea Selatan) mengumpulkan dana untuk pembangunan gedung gereja GMIT Jemaat Alfa Omega Muni, desa Lilo-Put’ain, Klasis Amanatun Utara.

Menurut Pendeta Kweon Dong Yong, utusan dari Gereja PROK, sejak lima tahun lalu jemaat Sin Po yang sebagian anggotanya bekerja sebagai petani, berdoa dan mengumpulkan dana untuk misi penginjilan lintas negara. Hasilnya terkumpul sejumlah uang yang jika dikonversi nilainya sekitar 250 juta rupiah.

“Jemaat Sin Po tujuh puluh persen orang tua. Tapi mereka mau membantu gereja-gereja di negara lain. Mereka berdoa dan kumpul uang selama lima tahun. Proposal yang kami terima umumnya membutuhkan dana yang besar sehingga kami mencari gereja yang butuh dana tidak besar,” ujar Pdt. Kweon sambil menunjukan foto gedung gereja Sin Po yang berlokasi dekat areal persawahan.

Gereja PROK Jemaat Sin Po di Korea Selatan. Foto: Pdt. Kweon

Gereja PROK bermitra dengan Gereja Kristen Pasundan (GKP) yang berpusat di Bandung. Melalui GKP, Pdt. Kweon mengenal GMIT. Tahun 2016 untuk pertama kalinya ia menginjakan kaki di Timor dan bertemu Majelis Sinode GMIT.

“Kami bertanya kepada mitra kami di Indonesia yakni Gereja Kristen Pasundan (GKP), dan kami diarahkan ke GMIT. Dan, Ibu Mery Kolimon pertemukan kami dengan jemaat Alfa Omega Muni di Amanatun,” sambungnya.

Selepas kunjungan pada 2016 itu, Pdt. Kweon kembali ke Korea untuk menyampaikan hasil kunjungannya serta hal-hal yang bisa diupayakan bersama dengan Jemaat Sin Po.

Minggu lalu Pdt. Kweon balik lagi ke Timor. Ia menginap beberapa hari di Amanatun untuk menyaksikan proses pembangunan fondasi gereja.

“Sebelum saya berangkat kembali ke Kupang, ada orang-orang tua yang pagi-pagi bertemu saya dan bilang mereka mau pergi potong pohon untuk bangun gereja mereka. Dan saya senang lihat mereka semangat,” ujarnya saat berkunjung di Kantor Majelis Sinode GMIT, Selasa, (25/2).

Pdt. Kweon berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya sebab itu adalah persembahan hidup dari jemaat Sin Po.

“Bantuan ini merupakan hidup dan darah Jemaat Sin Po. Mereka berdoa lama sekali sambil mengumpulkan dana jadi saya berharap kedua jemaat saling mendoakan terus dan ke depan dengan berdirinya gedung gereja ini, iman jemaat makin bertumbuh dan berkembang,” pesan Pdt. Kweon.

Pdt. Kweon Dong Yong (tengah), Pdt. Esu Naisanu (kiri) dan Pdt. Mery Kolimon (kanan).

Pdt. Esu Erlin Naisanu, Ketua Majelis Jemaat Alfa Omega Muni, yang mendampingi Pdt. Kweon mengatakan bantuan tersebut diberikan secara bertahap sesuai volume pekerjaan. Gedung gereja yang dibangun ini berukuran 24 X 8 Meter.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Pdt. Kweon dan Jemaat Sin Po atas bantuan yang telah diberikan. Ucapan terima kasih yang tulus juga disampaikan Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Mery Kolimon. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published.