Jalan Panggilan – Lukas 10:1-12

Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. (Lukas 10:3)

Pada saat melepaskan John H. Groberg, anak sulungnya yang ditugaskan untuk memberitakan injil di Tonga, ibu John memegang dada John dan dengan tersenyum berkata, “Jangan pulang nak!” Perkataannya membuat semua orang yang mengantar kepergian John Groberg menjadi terdiam. Ibunya melanjutkan, “Jangan pulang sebelum waktunya.”

Perjalanan menuju Tonga, daerah misi yang ditugaskan kepada John bukan perjalanan yang mudah. Ia harus mengalami diusir dari kapal karena tiketnya hanya sampai dermaga Fiji, sementara di dermaga, dua orang polisi tidak mengijinkannya turun karena namanya tidak ada dalam daftar penumpang yang harus turun. Ia terancam akan dipenjara kalau turun dari kapal. Ia juga bekerja selama sebulan di atas kapal supaya dapat mencapai tujuan. 48 hari lamanya perjalanan yang harus ia tempuh hingga akhirnya ia sampai di Tonga, tempat yang sama sekali tidak dikenalinya. Begitu sampai di Tonga ia harus berhadapan dengan suku asli yang tidak memperdulikan pemberitaannya sama sekali. Mereka tidak bisa berbahasa Inggris dan John Groberg pun tidak memahami bahasa mereka. Namun kehadiran John H. Groberg akhirnya membuahkan orang Tonga mengenal Kristus dan mau hidup beriman kepada Kristus. Panggilan pelayanan John Groberg tidak mudah namun buah dari penyerahan diri tanpa menyerah adalah pertobatan orang Tonga.

Saudara, semua kita punya panggilan pelayanan. Medan pelayanan kemana masing-masing orang diutus berbeda-beda namun di situ setiap orang punya kesempatan untuk melayani Tuhan. Tidak harus menjadi seorang penginjil untuk memberitakan Injil. Tidak harus menjadi seorang pengkhotbah untuk memenuhi panggilan pemberitaan. Hal yang menjadi persoalan adalah pemenuhan panggilan pelayanan hanya mau dilakukan melalui jalan yang mudah dan gampang.

Tidak sedikit orang yang melakukan panggilan pelayanan sambil mencari kenyamanan diri. Akhirnya begitu dapat sedikit kesulitan, ia marah dan menyerah. Ada pula yang  melakukan panggilan pelayanan untuk mencari nafkah dan akhirnya yang dilakukan adalah menjual harga diri dan mempertaruhkan iman demi uang. Ada yang bertujuan mencari nama, cari popularitas, dan berbagai tujuan lainnya. Barangkali mereka mendapatkan semua itu namun mereka tidak mendapatkan apapun untuk Kristus.

Panggilan untuk menjalankan tugas pelayanan adalah sebuah perjalanan mengikuti Tuhan Yesus. Perjalanan yang tidak saja berjalan di belakang Yesus namun juga sambil memikul salib maka otomatis tidak mungkin jalanmu akan mudah. Kalau saudara merasa bahwa perjalanan mengikuti Yesus untuk memenuhi panggilan pelayanan ternyata mudah, maka itulah saat yang baik untuk introspeksi, bisa jadi bukan berjalan mengikuti Yesus sambil memikul saliblah yang sedang dijalani.

Setiap orang yang mencari kemudahan dan kenyamanan dalam perjalanan memenuhi panggilan pelayanan akan menutup kesempatan baginya untuk bertemu dengan Tuhan. Akan tetapi bukan berarti dengan sengaja cari masalah supaya hidup jadi sulit demi menyenangkan Tuhan.

Dalam menjalani panggilan pelayananmu, berserahlah kepada Tuhan sambil biarkan Dia yang menuntun dan mengiringi perjalanan memenuhi panggilan. Pada akhirnya semua hal yang diharapkan akan diberikan kepada setiap orang yang mau dengan setia berjalan sambil pikul salib.

Wise Words : Anugerah yang membanggakan bagi manusia adalah Allah mau menghargaimu dengan memberimu kesempatan melakukan pekerjaan-Nya. (LM)

Leave a Reply

Your email address will not be published.