Jangan Khotbah Pakai “Bahasa Tinggi”

KUPANG, www.sinodegmit.or.id, “Kami lebih senang kalau khotbah pendeta menyesuaikan dengan keadaan kami di kampung. Jangan pakai bahasa tinggi, karena jemaat rata-rata berpendidikan rendah,” ujar Penatua Yeheskiel Bailain di sela-sela kegiatan Pelatihan Khotbah di jemaat GMIT Anugerah Eltari-Kupang, Selasa (5/6).

Pernyataan Bailain itu dibenarkan Ketua UPP Fungsional dan Persekutuan Doa MS GMIT, Pdt. Yandri Manobe. Menurutnya, khotbah atau pemberitaan firman dalam ibadah tidak semata-mata menyangkut bobot teologis atau tafsiran, namun yang tidak kalah penting adalah bagaimana menyampaikannya dengan bahasa yang sederhana dan menarik. Untuk itulah maka para pemberita firman perlu dilatih agar mendapat keterampilan dalam menyampaikan kabar baik.

Penatua Mikael Pah dari Jemaat Efata Lekioen, Ba’a-Rote, mengaku gembira mendapat kesempatan dalam pelatihan ini. Pasalnya selama menjadi majelis jemaat, dirinya belum sama sekali mendapat pelatihan. Mereka hanya mengandalkan buku-buku renungan sebagai bahan bacaan dalam menulis khotbah. Ia mengusulkan agar gereja perlu menyediakan perpustakaan sehingga menolong mereka sebagai kaum awam dalam berkhotbah.

Tantangan lain dalam menyusun khotbah juga disampaikan Pdt. Sutrini Lusi, S.Th. Menurutnya, perbedaan usia, tingkat pengetahuan, konteks desa-kota dan bahasa dari pendengar menjadi tantangan tersendiri yang mesti dipertimbangkan dalam menyusun khotbah. Karena itu sebagai pendeta yang melayani di pelosok ia cenderung memberi penekanan pada aplikasi ketimbang tafsiran.

“Tafsiran penting bagi kita sebagai pengkhotbah agar bisa menemukan pesan teks. Namun bagi jemaat, aplikasi yang menyentuh situasi dan konteks mereka lebih menarik. Sehingga dalam berkhotbah, saya memberi tekanan lebih pada aplikasi,” kata pelayanjemaat GMIT Pusu-Klasis So’e ini.

Wakil sekretaris MS GMIT Pdt. Marselintje Ai-Touselak yang membuka kegiatan ini berharap melalui pelatihan khotbah tahap kedua ini para peserta mendapat bekal yang cukup untuk meningkatkan kualitas berkhotbah sekaligus membagikan pengalaman belajar bersama ini dengan sesama pelayan di jemaat masing-masing. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *