Jangan Mencobai Tuhan di Tengah Ancaman Corona – Pdt. Dr. John Campbell-Nelson

Pdt. Dr. John Campbell-Nelson

Kupang, www.sinodegmit.or.id, Akhir-akhir ini banyak komentar tentang bagaimana coronavirus adalah ujian iman. Mereka tampaknya menyiratkan bahwa gereja-gereja yang memindahkan ibadah Minggu dari gedung gereja ke rumah jemaat entah bagaimana lemah imannya. Jika iman mereka cukup kuat untuk menghadapi ujian, mereka tidak akan “menyerah” kepada virus. Saya pikir ini adalah salah tafsir dari siapa yang menguji siapa.

Tuhan tidak menguji kita dengan coronavirus. Virus merupakan bagian dari ciptaan Tuhan, satu makhluk di antara banyak yang kebetulan berbahaya bagi manusia, seperti patogen yang menyebabkan malaria dan demam berdarah, serta kalajengking dan harimau. Hanya saja virus ini baru bagi kita, dan kita perlu waktu untuk menilai bahayanya dan belajar bagaimana menghadapinya.
Adapun ujian iman, justru orang-orang Kristen yang menolak mengambil langkah untuk melindungi diri dan orang lain dari virus, dan mengandalkan Tuhan untuk mengambil tindakan luar biasa untuk menyelamatkan mereka, yang sedang menguji Tuhan. Sikap ini dikritik kuat dalam Alkitab: ” Kamu tidak akan menguji Tuhan Allahmu,” kata Ulangan 6:16. Bangsa Israel dimarahi karena menyerukan Tuhan untuk menyelesaikan masalah mereka tanpa upaya mereka sendiri. Yesus mengutip ayat ini ketika ia sedang dicobai oleh setan. Setan menyuruhnya untuk melemparkan dirinya dari puncak Bait Suci agar malaikat datang dan menangkapnya, untuk membuktikan bahwa ia adalah Anak Allah. Yesus menjawab, “… Ada tertulis, ‘Janganlah kamu menempatkan Tuhan Allahmu dalam ujian’ ” (Mat. 4:7).
Dengan cara yang sama, orang-orang yang menolak mengambil tindakan untuk melindungi diri mereka dan orang lain dari koronavirus tidak membuktikan iman mereka; mereka sedang menempatkan Tuhan kepada ujian. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published.