JPIT Luncurkan Buku “Perempuan, Konflik, dan Perdamaian”

KUPANG, www.sinodegmit.or.id, Senin, (29/11), Jaringan Perempuan Indonesia Timur (JPIT), sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang memberi perhatian pada isu perempuan akan meluncurkan sebuah buku berjudul “Perempuan, Konflik, dan Perdamaian: Tuturan Perempuan Korban dan Penyintas Konflik dan Perdamaian di Poso, Ambon dan Atambua”.

Hal ini disampaikan Lian Gogali, koordinator peneliti sekaligus penulis, saat menyampaikan konferensi pers pada Minggu, (28/11) pukul 19.00 Wita.

Buku setebal 506 halaman ini berisi kisah-kisah para perempuan akar rumput maupun tokoh agama dan budaya dalam komunitas yang mengalami konflik di tiga wilayah Indonesia Timur: Poso, Ambon, dan Atambua.

“Dari kisah mereka kita dapat belajar bahwa pada saat konflik maupun pasca konflik, perempuan harus memikul beban ganda sekaligus hidup dengan dampak psikologis yang berat. Namun demikian, perempuan dapat pula menjadi subyek yang menjembatani perdamaian di antara komunitas-komunitas yang bertikai atau sebaliknya menjadi subyek yang memperburuk situasi konflik tersebut,” ungkap Lian yang juga pendiri Sekolah Perempuan dan Institut Mosintuwu untuk perempuan lintas agama di Poso.

Menurut Lian, penelitian dan pendokumentasian melalui buku ini, digerakkan oleh kesadaran bahwa dalam sejarah, bahkan sampai masa kini, Indonesia rentan terhadap kekerasan massal yang dipicu oleh radikalisme, terorisme, dan pemanfaatan identitas budaya dan agama demi kepentingan politik dan konflik sumber daya alam sehingga kehadiran buku ini diharapkan dapat mendorong proses belajar tentang sejarah konflik dan tumbuhnya keberanian untuk bersuara bagi keadilan dan perdamaian serta mencari cara bersama menjaga Indonesia.

Pdt. Mery Kolimon, salah satu penulis yang juga hadir dalam konperensi pers secara daring ini mengatakan bahwa selain meliputi wilayah penelitian yang luas dan melibatkan banyak narasumber, para peneliti sekaligus penulis buku ini berasal dari perempuan lintas agama dari Protestan, Katolik dan Islam di tiga wilayah konflik tersebut.

Ia mengharapkan kehadiran buku ini selain mendorong upaya-upaya perdamaian tetapi juga menumbuhkan budaya literasi khususnya di Indonesia Timur.

Acara peluncuran dan bedah buku diadakan secara daring pada Senin, (29/11), pukul 19.00 Wita dengan empat orang pembicara yakni; Kamala Candrakirana (mantan Ketua Komnas Perempuan 2003­–2009), John Prior, SVD (dosen STFK Ledalero), Dr. Ira Mangililo (teolog feminis GMIT/pengajar pada PPS UKAW), Pdt. Dr. HC. Jacklevyn F. Manuputty (penggerak perdamaian di Ambon dan Sekum PGI) dan moderator Christien Hutubessy. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published.