KORBAN MENINGGAL TKI ASAL NTT TERUS BERTAMBAH

KUPANG, www.sinodegmit.or.id, Minggu, 23 Oktober 2016 sekitar pukul 13:00, NTT lagi-lagi mendapat kiriman 2 jenasah Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Korban meninggal atas nama Apriathy Radja Haba beralamat di Oebobo-Kota Kupang dan Lukas Leju Maulana berasal dari kabupaten Sumba Barat. Sehari sebelumnya, NTT juga mendapat kiriman dua jenasah masing-masing berasal dari Kefamnanu, kabupaten TTU dan Kabupaten Ende.

Berdasarkan data yang dirilis IRGSC, Apriathy Radja Haba bekerja sebagai asisten rumah tangga di Hongkong melalui jasa ex PPTKIS Bina Karya Welastri dengan status tinggal overstay. Diduga ia meninggal akibat mengidap komplikasi penyakit. Sementara jenasah asal Sumba Barat, Lukas Leju Maulana merupakan TKI yang bekerja di Malaysia melalui jasa ex PPTKIS Bagus Bersaudara dengan status illegal overstay .

Puluhan anggota keluarga tampak memenuhi halaman kargo bandara Eltari Kupang menjemput jenasah. Sebelum menuju kediaman masing-masing, diadakan doa bersama yang dipimpin Pdt. Emy Sahertian, M.Th, dari BPP Hukum, Advokasi dan Perdamaian Sinode GMIT. Selain dari unsur gereja, hadir juga beberapa elemen pegiat kemanusiaan diantaranya, Jaringan Perempuan Indonesia Timur (JPIT), GMKI dan Forum Mahasiswa Nasional (FMN).

Dengan bertambahnya 2 jenasah tersebut total jenasah yang telah dikirim pulang sebanyak 44 orang. Jumlah ini bila dirata-ratakan menjadi 4,4 jenasah per bulan atau satu orang dalam seminggu dalam 10 bulan terakhir. Angka ini agaknya melebihi jumlah korban tewas akibat terorisme di Indonesia di tahun yang sama.

Seorang petugas kargo bandara Eltari, menyatakan keprihatinannya pada beberapa jenasah yang dikirim tanpa informasi yang cukup mengenai keluarganya sehingga beberapa jenasah terpaksa disimpan saja begitu seperti barang sambil menunggu keluarga  mengambilnya.

Menanggapi perlakuan kurang pantas terhadap jenasah TKI yang dikirim melalui kargo pesawat, Sinode GMIT melalui BPP Hukum Advokasi dan Perdamaian Pdt. Emy Sahertian, M.Th. meminta pemerintah memberi perhatian serius terhadap para korban, sebab para korban adalah ciptaan Tuhan, anak bangsa, anak NTT yang dalam segala keberadaannya telah berkontribusi dengan darah dan air mata bagi bangsa dan Negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published.