Merajut Kebersamaan Gereja dan Pemerintah di Persidangan Majelis Klasis Flores

Sikka-Flores, www.sinodegmit.or.id, Majelis Klasis Flores menyelenggarakan Persidangan Klasis Flores Istimewa IV dan Persidangan Majelis Klasis Flores X pada (4-8/3). Peserta persidangan berasal dari tiga belas jemaat yang tersebar di sembilan kabupaten di Pulau Flores dan Lembata. Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Dr. Mery L. Y. Kolimon, hadir dalam rangkaian kegiatan pembukaan dan study meeting.

Kegiatan dimulai dengan kunjungan peserta persidangan ke Rumah Jabatan (Rujab) bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, S.Sos, pada Rabu, (4/3), pukul 19.00 WITA. Kunjungan ini merupakan undangan dari pemerintah daerah Kabupaten Sikka. Hadir pula dalam acara tersebut Kapolres Sikka, Kajari Sikka, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sikka, Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka, pimpinan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Kabupaten Sikka dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sikka.

Di Rujab Bupati Sikka, seluruh peserta sidang, termasuk Ketua Majelis Sinode GMIT disambut dengan tarian, pengalungan selendang dan jamuan makan malam bersama. Dalam sapaannya, bupati Sikka mengatakan bahwa acara malam itu merupakan salah satu cara untuk mengakrabkan seluruh peserta sidang dengan pemerintah dan masyarakat Kabupaten Sikka. Pada kesempatan ini, Ketua Majelis Sinode GMIT mengucapkan terima kasih atas keramahtamahan Pemerintah, Forkompinda dan masyarakat Kabupaten Sikka.  Acara ditutup dengan menari Ja’i dan Gawi.

Esoknya Kamis, (5/3), Persidangan Klasis diawali dengan kebaktian pembukaan di Gedung Kebaktian Jemaat GMIT Kalvari Maumere. Khotbah disampaikan Pdt. Yesriwati E. Bunga-Amnifu, S.Th dari Jemaat GMIT Efata Geliting. Melalui refleksi dari nas 2 Samuel 16:6-13, Pdt. Yesri menegaskan pentingnya mengandalkan Roh Tuhan ketika mengambil keputusan. Seandainya Samuel mengandalkan kemampuannya sendiri, mungkin yang dia pilih untuk menjadi raja Israel adalah kakak-kakak Daud. Tetapi karena Roh Tuhan yang diandalkan maka sekalipun Daud hanya anak bungsu dan tidak diperhitungkan oleh siapa pun, justru dialah yang Tuhan pilih untuk memimpin bangsa Israel. Teladan itulah yang mesti dipegang oleh seluruh peserta persidangan dalam mengambil keputusan.

Acara pembukaan persidangan juga diisi dengan Akta Pembukaan Persidangan dan sambutan oleh Ketua Majelis Klasis Flores, Pdt. Melkisedek Sni’uth, M.Si, laporan panitia oleh Ketua Panitia, Pnt. Agustinus Abolla, sambutan oleh Wakil Bupati Sikka, Romanus Roga, suara gembala dari Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Merry L. Y. Kolimon, penyematan nametag peserta oleh Bupati Sikka dan penyerahan palu sidang dari Ketua Majelis Jemaat GMIT Kalvari Maumere, Pdt. Nini M. Lani-Sir, S.Th, kepada Ketua Majelis Klasis Flores. Hadir dalam acara pembukaan Forkompinda Kabupaten Sikka, pimpinan OPD Kabupaten Sikka, pimpinan BUMN/BUMD Kabupaten Sikka, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Sikka, Romo Vikjen Keuskupan Maumere, Ketua MUI Kabupaten Sikka, Ketua PHDI Kabupaten Sikka, para pendeta dan Gembala Sidang gereja-gereja denominasi yang ada di kota Maumere dan para tokoh masyarakat.

Agenda persidangan diawali dengan study meeting. Ada tiga panelis yang menyampaikan materi. Bupati Sikka, dengan materi berjudul: Kebijakan Pemerintah Daerah dalam Membangun Kerukunan Hidup Umat Beragama, Ketua Majelis Sinode GMIT: GMIT Dalam Perannya Sebagai Mitra Pemerintah Menyikapi Isu-isu Sosial, Pater Hendrikus Maku, S.Fil, M.Th, Lic dari STFK Ledalero: Gereja Katholik dalam Relasi Ekumene.  Moderator panel diskusi oleh Pdt. Melkisedek Sni’uth, M.Si.

Mengomentari hangatnya suasana kebersamaan dalam Kebaktian Pembukaan dan study meeting, Ketua Majelis Sinode GMIT mengapresiasi kehadiran bupati dan wakil bupati.

“Jarang sekali ada pasangan kepala daerah yang hadir secara bersamaan dalam acara-acara GMIT. Biasanya dalam kegiatan-kegiatan GMIT, jika Pemda diundang maka yang datang hanya gubernur/bupati/walikota, wakilnya atau perwakilannya saja. Tetapi di Sikka, bupati dan wakilnya hadir bersama dalam acara pembukaan dan study meeting,” kata Pdt. Mery mengapresiasi kehadiran para pimpinan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat.

Mantan bupati Sikka Drs.Daniel Woda Palle, selaku sesepuh masyarakat Sikka pun hadir dalam acara study meeting sampai selesai. Ini merupakan penghargaan kepada GMIT di Klasis Flores mengingat jumlah anggota jemaat GMIT di Flores dan Lembata tidak banyak.

Agenda study meeting dilengkapi dengan penjemaatan produk-produk GMIT hasil Persidangan Sinode (PS) XXXIV di Jemaat GMIT Paulus, Klasis Kota Kupang pada Oktober 2019 oleh Ketua Majelis Sinode GMIT.

Setelah study meeting, agenda persidangan dilanjutkan dengan business meeting. Persidangan ini menetapkan sejumlah Program Strategis Klasis Flores 2020-2023, rekomendasi-rekomendasi dan pesan sidang. Salah satu keputusannya adalah menindaklanjuti keputusan PS-GMIT XXXIV tentang pemekaran Klasis Flores. Rencananya pelaksanaan pemekaran akan dilangsungkan di Jemaat GMIT Ebenhaezer Borong untuk Klasis Flores Barat pada bulan Nopember 2020.

Namun sebelum pemekaran klasis, jemaat-jemaat se-Klasis Flores sepakat untuk melaksanakan Pesparawi di Jemaat GMIT Imanuel Ruteng pada bulan Juli 2020. Rencananya ini menjadi kegiatan bersama yang terakhir bagi seluruh jemaat di Klasis Flores sebagai satu klasis. Jemaat Ebenhaezer Borong dipilih karena kota Borong di Manggarai Timur ditetapkan sebagai pusat Klasis Flores Barat. Persidangan diakhiri dengan Perjamuan Kudus dipimpin Pdt. Kristin E. Bako-Pah, S.Th

Setelah para perutusan kembali ke jemaat masing-masing, Majelis Klasis Flores melanjutkan business meeting dengan menyelenggarakan Persidangan Majelis Klasis Flores X pada hari Sabtu, (7/3). Persidangan ini menetapkan Program Kebersamaan Klasis Flores tahun 2020, Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Majelis Klasis dan rekomendasi-rekomendasi. Dalam persidangan ini juga ditetapkan struktur BPPK Flores dan Pembentukan UPP-MK Flores. BPPK dan UPP-MK Flores ini diperhadapkan dalam kebaktian Minggu Sengsara III sekaligus Kebaktian Penutupan Sidang yang berlangsung pada hari Minggu, (8/3), dipimpin Pdt. Damaris Tubatonu-Hitu, S.Th dari Jemaat GMIT Ebenhaezer Larantuka.

Adapun struktur BPPK yang diperhadapkan yaitu anggota-anggota BP4K, BP3K, Badan Diakonat, Panitia Pembangunan, Tim Penilai Kinerja Karyawan dan Panitia Sertifikasi Tanah GMIT. Sedangkan anggota UPP-MK yang diperhadapkan yaitu UPP PAR, UPP Pemuda, UPP Perempuan, UPP Kaum Bapak dan UPP Persekutuan Doa. Perhadapan BPPK dan UPP-MK ini merupakan agenda terakhir dalam seluruh rangkaian Persidangan Klasis Flores Istimewa IV dan Persidangan Majelis Klasis Flores X. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan kebaktian dan penyerahan palu sidang dari Ketua Majelis Klasis Flores kepada Ketua Majelis Jemaat GMIT Ebenhaezer Larantuka, Pdt. Damaris Tubatonu-Hitu, S.Th, sebagai jemaat yang ditentukan untuk menyelenggarakan Persidangan Majelis Klasis Flores XI pada bulan Januari 2021. (Pdt. Melkisedek Sni’ut) ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *