Pascasarjana UKAW Adakan Orasi Pembukaan Semester

KUPANG, www.sinodegmit.or.id, Orasi pembukaan semester Pascasarjana UKAW sudah menjadi tradisi akademik. Jumat (11/9), adalah kali ke-6 orasi dengan pola luring dan daring. 

Orator adalah Pdt Dr. Ishak A. Hendrik dengan judul orasi: “Misi GMIT-Pemuda Urban Dan Perdamaian”. Menurut Pdt. Ishak pelayanan GMIT di Kota Kupang sejauh ini belum memberi perhatian yang cukup bagi kolompok pemuda urban yang kebanyakan bekerja di sektor informal seperti bekerja sebagai buruh, tukang ojek, penjaga toko, pembantu rumah tangga, bekerja di warung/rumah makan, dll.

“Berhubungan dengan perhatian gereja, khususnya gereja-gereja GMIT di Kota Kupang terhadap pemuda urban, belum berjalan dengan baik. Sebagian besar belum terjangkau dalam pelayanan gereja baik secara umum maupun secara khusus melalui Badan Pengurus Pemuda. Padahal pemuda memiliki potensi yang bila diberi perhatian yang baik oleh gereja,” ujar Pdt. Ishak.

Hal ini disebabkan oleh:

  1. Keberadaan mereka tidak diketahui oleh pihak gereja karena tidak melapor. Kalaupun ada yang teridentifikasi tidak mendapat pelayanan dari gereja karena tidak memiliki surat “atestasi’ (surat keterangan dari jemaat asal).
  2. Keberadaan pemuda urban selalu berpindah-pindah sehingga menyulitkan gereja untuk melakukan pelayanan. Oleh kerena itu, mereka tidak terdaftar secara resmi sebagai anggota jemaat.
  3. Padatnya pelayanan di jemaat kota sehingga keberadaan pemuda urban belum mendapat prioritas perhatian dari gereja. Orientasi pelayanan gereja masih dominan pada pembangunan gedung sehingga belum ada perhatian yang signifikan bagi pemuda.
  4. Jumlah anggota jemaat di kota yang besar membuat fokus pelayanan masih lebih pada pelayanan rutinitas menjadi salah satu penyebab kurangnya perhatian gereja terhadap pemuda.

Terkait keberadaan mereka, Pdt. Ishak menawarkan empat model pengembangan pemuda urban yang dapat dilakukan GMIT:

  1. Pola pendekatan dengan mengoptimalkan potensi yang ada pada mereka.
  2. Pola pendampingan dengan memperhatikan konteks pergumulan pemuda urban
  3. Membangunan kapisitas untuk mendukung potensi yang ada pada mereka
  4. Kemauan yang kuat dari gereja untuk keluar dari “tembok gereja” dan menjumpai pemuda urban agar dapat memahami ‘ceritera hidup’ mereka. Ruang keterbukaan harus dibukakan bagi pemuda untuk dapat teraktualisasi potensi mereka. (baca orasi lengkap di  http://sinodegmit.or.id/misi-gmit-pemuda-urban-dan-perdamaian-orasi-pembukaan-semester-pps-ukaw-2020-pdt-dr-isakh-a-hendrik-m-sc/)

Kegiatan ini diikuti 50 peserta terdiri dari 30 orang hadir secara luring dan 20 orang secara daring. Peserta terjauh adalah Elia Maggang, calon dosen Pascasarjana UKAW yang sementara studi teologi kelautan di Universitas Mancester Inggris.

Turut hadir dalam ibadah dan orasi pembukaan semester ini  Rektor UKAW, Dr. Ayub Meko, Direktur Pascasarjana, Pdt. Dr. Fredrik Y. A. Doeka, kaprodi Teologi Pdt. Ira Mangililo, Pdt. Dr. Messakh Dethan, mahasiswa semester 3 dan 5, alumni dan sejumlah pendeta jemaat.

Mahasiswa baru tahun ini sebanyak 13 orang, dengan rincian 3 mahasiswa dari gereja-gereja denominasi, 1 pendeta GKS, dan sisanya adalah perutusan jemaat-jemaat GMIT. Sementara pada semester ini, GMIT tidak mengirimkan tenaganya untuk belajar di Pascasarjana UKAW. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published.