Pdt. Dr. Andreas Yewangoe: “Kendati Golput Hak Anda, Saya Serukan Jangan Golput!”

Pdt. Dr. Andreas Ananguru Yewangoe, Anggota Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP)

KUPANG, www.sinodegmit.or.id, Golput adalah hak setiap warga negara. Namun jangan lupa, gara-gara golput Adolf Hitler menang pada Pemilu tahun 1932 di Jerman. Dan sejarah mencatat sekitar 6 juta orang Yahudi mati di tangannya hanya dalam beberapa tahun pemerintahannya. Hitler kemudian dikenang sebagai pembunuh manusia terbesar abad 20.

Mengingat fakta sejarah ini, Pdt. Dr. Andreas Yewangoe mengingatkan masyarakat Indonesia yang memiliki hak pilih pada Pemilu 17 April mendatang agar jangan sekali-kali golput.

“Kendati golput adalah hak anda namun demi menyelamatkan bangsa ini, saya serukan jangan golput.”

Peringatan ini kata Yewangoe, berdasarkan pada peristiwa bersejarah di Jerman yang menurutnya tidak boleh terulang di Indonesia.

“Ingat, Hitler merebut kekuasaan melalui Pemilihan Umum, bukan kudeta atau coup. Padahal, partai Nazi adalah partai kecil. Tahun-tahun itu seluruh Eropa dalam keadaaan krisis ekonomi sehingga orang tidak peduli dengan pemilu. Ini malapetaka yang luar biasa. Hitler pada waktu itu membawa Jerman pada perang dunia II, dan konon kabarnya 6 juta orang Yahudi dimusnahkan dalam kamar-kamar gas. Karena itu peristiwa ini tidak boleh terulang,” ungkap Pdt. Yewangoe.

Yewangoe beralasan bahwa saat ini terdapat sinyalemen kelompok-kelompok tertentu sedang berjuang melalui Pemilu untuk mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi lain. Oleh karena itu menurutnya Pemilu 17 April adalah pertaruhan eksistensi negara Indonesia.

“Pemilu 17 April mendatang adalah Pemilu yang sangat penting karena kita mempertaruhkan eksistensi dari negari ini. Apakah terus memperkembangkan diri sesuai dengan apa yang dicita-citakan para pendiri bangsa atau akan ada kelompok yang karena dia pintar membuat hoax lalu menang dalam Pemilu dan mengarahkan negeri ini ke arah yang lain. Jadi sekali lagi seruan saya, berpartisipasilah di dalam Pemilu yang akan datang. Jangan masa bodoh, karena nasib negeri ini berada di tangan anda. Termasuk di tangan kita sebagai orang Kristen,” tegasnya.

Pdt. Yewangoe, yang juga mantan Ketua Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) turut menyayangkan hasil survey yang menyebut potensi golput pada Pemilu kali ini diperkirakan sebanyak 13 juta jiwa. Dari jumlah itu 20,4 persen di antaranya adalah orang Kristen.

Kendati bisa dipahami alasan orang memilih golput karena mungkin menganggap tidak ada yang layak untuk dipilih namun mengingat fakta sejarah pemerintahan Hitler di Jerman, Yewangoe senada dengan Prof. Magniz Suzeno bahwa Pemilu bukan untuk memilih yang sempurna melainkan mencegah yang jahat berkuasa. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published.