Pelatihan Psikososial Bagi Para Pendeta GMIT

KUPANG, www.sinodegmit.or.id, Dalam rangka penguatan kapasitas pendampingan pastoral bagi para pendeta selama pandemi Covid-19, Majelis Sinode GMIT bekerja sama dengan Wahana Visi Indonesia (WVI) mengadakan pelatihan online bertema “Dukungan Psikososial Bagi Pemimpin Gereja”.

Waktu pelaksanaan kegiatan ini dibagi dalam lima tahap berdasarkan wilayah teritori pelayanan. Teritori TTS dilaksanakan pada 24-25 Juli 2020; teritori Sumbawa, Flores, TTU, Belu dan Malaka, (13-14 Agustus 2020); teritori Alor (5-6 Agustus 2020); teritori Rote dan Sabu, (27-28 Agustus 2020; dan terakhir teritori Kupang daratan dan Semau dimulai kemarin dan hari ini (17-18 September 2020).

Materi pelatihan ini terdiri  dari 10 modul yakni: Bencana dalam perspektif agama serta stigma terkait covid-19, Prinsip-prinsip panduan pemimpin gereja terkait covid-19, Bencana covid-19 dan dampaknya pada masyarakat yang paling rentan, Peran fungsi pemimpin gereja serta kebijakan gerejawi terkait covid-19, Dukungan psikososial dan model Dukungan Psikologi Awal (DPA)  dengan pendekatan nilai-nilai Kristen, Konseling pastoral dan relasinya dengan dukungan psikososial, Sistim rujukan gangguan kesehatan jiwa dan pemetaan kemitraan, Kompetensi pemimpin gereja dalam Pembentukan gugus tugas covid-19, Tutorial mekanisme layanan psikososial & konseling pastoral dan Ketrampilan dalam memberikan dukungan psikososial melalui konseling.

Pdt. Sepri Adonis, Ketua Majelis Jemaat Imanuel Postenu dari klasis Amanuban Tengah Utara, menilai pelatihan ini sangat membantunya dalam mendampingi anak-anak dan perempuan yang stress lantaran usahanya macet akibat pandemi virus corona.

“Banyak anggota sanggar di jemaat kami stress karena dampak pandemi.  Hasil usaha menumpuk di gudang. Tidak bisa dipasarkan.  Relawan dan pengurus bingung. Tetapi setelah mengikuti pelatihan ini saya telpon dan kunjungi teman-teman pengurus, relawan dan anggota jemaat untuk teguhkan mereka.  Kami berbagi cerita. Jadi saya terapkan ilmu psikososial yang saya dapat.”

Sementara itu Pdt. Yosua Penpada (Ketua Majelis Klasis Alor Timur Laut) mengaku pelatihan ini penting oleh sebab terkait erat dengan fungsi pemimpin jemaat.

“Pelatihan ini memperkuat pemahaman kami dalam hal analisa, refleksi dan bagaimana membangun kemitraan dengan pihak-pihak yang kompeten dalam penanggulangan bencana, sebab tidak semuanya dapat dilakukan oleh gereja atau pendeta.”

Pimpinan WVI wilayah NTT, Eben Ezer Sembiring berharap pelatihan psikososial ini sungguh-sungguh diimplementasikan oleh para peserta di jemaat masing-masing, terutama terkait isu-isu yang dialami anak-anak di masa Covid-19.

“Walaupun yang kita lakukan ini untuk mendukung Bapak dan Ibu Pendeta, tetapi kami dari WVI mengharapkan pelatihan psikososial ini berdampak bagi pelayanan anak-anak di jemaat,” kata Eben saat menyampaikan sambutan pembukaan pelatihan psikososial untuk para pendeta se-teritori Kupang Daratan dan Semau, Kamis, (17/9).

Majelis Sinode GMIT menyampaikan terima kasih atas dukungan WVI, Kerk in Acti, Asosiasi Konselor Pastoral Indonesia (AKPI) dan semua pihak yang telah bekerja sama mendukung berlangsungnya kegiatan ini. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published.