Peringati Hari Kartini, Perempuan GMIT Jemaat Maranatha Oebufu Gelar Lomba

KUPANG, www.sinodegmit.or.id, Memperingati hari Kartini tahun 2018 sekaligus memeriahkah HUT Kota Kupang ke 22, Perempuan GMIT Jemaat Maranatha Oebufu (JMO) menggelar lomba masak dan menata makanan dari bahan pangan lokal dan lomba make up. Kedua lomba berlangsung pada Sabtu (21/4).

Angin yang bertiup kencang Sabtu sore itu tidak menyurutkan semangat kaum perempuan di gereja itu untuk menyajikan beragam menu olahan pangan lokal yang mereka siapkan.

Kepada pers, ketua UPPMJ Perempuan GMIT Jemaat Maranatha Oebufu, Nonya Poyk mengatakan, dengan lomba  yang ada, diharapkan kecintaan kaum perempuan pada jenis olahan pangan lokal makin tinggi. “Banyak pihak terus berkampanye tentang pangan lokal. Tentu tidak salah kalau kami ikut meneruskan semangat itu. Dengan kegiatan seperti ini ada interaksi di antara kami, saling belajar dan berbagi pengalaman, dan ini baik. Kami sangat berharap itu bisa meningkatkan gizi keluarga, terutama juga tidak selalu bergantung pada beras, seperti yang selalu dikampanyekan pemerintah,“ katanya.

Lebih lanjut Poyk menjelaskan para peserta adalah perwakilan dari masing-masing rayon yang ada di JMO dan untuk ketegori masak dan menata makanan dari bahan pangan lokal diikuti tujuh rayon sementara yang ikut dalam  lomba rias berjumlah enam rayon. Nonya berharap ke depan semua rayon bisa berpartisipasi, demi makin solidnya perseketuan kamu perempuan di JMO. Nonya juga menjelaskan, lomba masak dan menata makanan dari bahan pangan lokal kali ini menggunakan bahan dasar pisang dan jagung.

“Dari kedua bahan dasar itu, tiap tim mengolah dan menyajikan menu pembuka, menu makan utama dan menu penutup,”katanya di sela-sela perlombaan.

Sementara itu Ketua Majelis Jemaat GMIT Maranatha Oebufu, Pdt. Jeane M. Oliever-Nalle, S.Si.Teol mengatakan, kegiatan lomba yang berlangsung di halaman parkir gedung kebaktian JMO itu sudah diusung dari tahun ke tahun. Kalaupun mengalami perubahan itu hanya kemasannya saja. Karenanya kegiatan ini diharapkan bisa membuat perempuan JMO termotivasi untuk selalu memaksimalkan talenta yang Tuhan berikan.

“Kali ini difokuskan dalam bidang tata rias dan keahlian memasak. Biasanya kita masak di rumah itu sangat bersemangat karena ada cinta, ingin memberikan yang terbaik kepada suami, anak-anak dan seisiri rumah, dan sekarang semakin semangat karena dilombakan, berkompetisi. Jangan lupa bahwa kegiatan ini untuk memupuk persekutuan. Karenanya semuanya  harus tetap ingat bahwa kita ada dalam kegiatan, dalam persekutuan yang memuliakan Allah,” ungkap Pdt. Jeane.  (Alit)

Leave a Reply

Your email address will not be published.