PERSIDANGAN MS GMIT XLI USUNG TEMA PERUBAHAN DAN PEMBAHARUAN

Kupang, www.sinodegmit.or.id, Memasuki tahun kedua pelayannya, Majelis Sinode GMIT periode 2015-2017 bertekad menggerakan semua sumber daya yang dimiliki untuk melakukan perubahan dan pembaharuan dalam jemaat dan masyarakat secara luas. Hal ini ungkapkan Ketua Majelis Sinode GMIT pada Kebaktian pembukaan Persidangan MS GMIT ke-41 di jemaat Kota Baru-Kupang.

“Tahun 2017 merupakan tahun pelayanan kedua MS GMIT periode 2015-2017. Jika tahun pertama adalah tahun konsolidasi maka tahun kedua menjadi tahun pembaharuan dan perubahan. Selain itu tahun 2017  kita merayakan 70 tahun GMIT dan 500 tahun Gereja Reformasi. Momentum ini menjadi kesempatan untuk kita  berefleksi secara mendalam mengenai amanat untuk perubahan dan pembaharuan,” ungkap Pdt. Mery Kolimon.

Melalui Sub Tema: Berdasarkan Karya Kristus yang Memperbaharui Kita Berkarya Untuk Perubahan dan Pembaharuan Diri, Gereja dan Masyarakat” program-program pelayanan gereja di lingkup Majelis sinode, Klasis dan Jemaat diarahkan pada upaya-upaya solutiv terkait isu-isu HAM, sosial, ekonomi dan lingkungan. Untuk itu kata Pdt. Mery Kolimon, penguatan relasi lintas gereja dan pemerintah (oikumene) menjadi urgen.  Sementara terkait isu lingkungan, Ketua Sinode GMIT memastikan program tanam air pada 2016 akan terus dikawal menjadi gerakan bersama yang simultan. Seiring dengan itu ia juga berkomitmen di tahun 2017 ini GMIT akan mengembangkan hutan-hutan di lingkup jemaat, klasis dan sinode dengan memanfaatkan lahan-lahan milik gereja.

“Komitmen di tahun 2016 kita dorong untuk tanam air, tahun 2017 menjadi tahun mengembangkan hutan gereja. Dengan cara menanam pohon di lahan-lahan lingkup klasis dan jemaat. 70 tahun GMIT kita harap satu jemaat 1 hutan. Jemaat Kota Baru kami tantang di mana hutan jemaat; klasis Kota Kupang, pemerintah Kota Kupang, Majelis Sinode, UKAW, Yayasan-yayasan di mana hutanmu? Kami berharap ini gerakkan kita dan kita perhatikan bersama-sama sebagai agenda  dalam persidangan kita,” tantang Ketua Majelis Sinode.

Sementara itu, Wakil Walikota Kupang, Hermanus Man dalam sambutannya mengapresiasi gereja yang mengusung tema perubahan dan pembaharuan dalam pelayanannya. Kata Wakil Walikota Kupang tema ini juga yang diusung oleh pemerintah baru dibawah kepemimpinan Jefri Riwu-Kore & Hermanus Man. Isu kemiskinan yang masih tergolong tinggi di kota Kupang, katanya, akan menjadi salah satu prioritas pemerintah di mana akan digalang kerja sama dengan gereja terkait cross cek data orang miskin.

Kebaktian pembukaan dipimpin oleh Pdt. Emr. Aplonia Mbau-Lida. Dalam Khotbahnya ia mengajak jemaat untuk belajar dari Yesus yang mengosongkan diri  dan taat sampai mati di kayu salib. Begitu juga dengan Paulus yang tidak mementingkan dirinya sendiri. Dalam kaitan dengan persidangan ia mengajak jemaat agar dalam mengusulkan sesuatu janganlah kepentingan pribadi yang ditonjolkan melainkan kepentingan gereja.

Leave a Reply

Your email address will not be published.